Kamis 30 Mar 2023 00:07 WIB

Meski Ada Kontroversi Atlet Israel, KOI Pastikan AWBG Bali Tetap Berjalan

Ketua KOI Raja Sapta yakin AWBG Bali akan berjalan meski ada kontroversi atlet Israel

Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Ketua KOI Raja Sapta yakin AWBG Bali akan berjalan meski ada kontroversi atlet Israel.
Foto: dok. NOC Indonesia
Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Ketua KOI Raja Sapta yakin AWBG Bali akan berjalan meski ada kontroversi atlet Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memastikan persiapan 2nd ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 di Bali yang dijadwalkan bergulir pada 5-12 Agustus berjalan dengan baik.

Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari mengatakan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Baca Juga

"Saya melihat memang komunikasi harus rata. Saya menjelaskan kepada Pak Gubernur (Bali), kemarin. Kami di KOI bukan kali pertama menyelenggarakan kegiatan. Sebelumnya sudah pernah dan setiap cabang olahraga punya statuta sendiri," kata Okto sapaan akrab Raja Sapta Oktohari di Kantor KOI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2023).

AWBG 2023 di Bali turut menjadi sorotan seiring dengan polemik yang terjadi dalam penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Bola FIFA U-20 2023.

Gubernur Bali I Wayan Koster sempat melayangkan surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI untuk menolak timnas Israel berlaga di Bali dalam Piala Dunia FIFA U-20.

Tak lama setelah itu, FIFA membatalkan drawing Piala Dunia FIFA U20 di Denpasar, Bali yang semula dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret.

Dengan polemik tersebut, kekhawatiran juga muncul pada pelaksanaan AWBG 2023 terlebih Israel juga masuk dalam daftar peserta yang lolos kualifikasi untuk nomor renang perairan terbuka putri.

"Sampai saat ini belum ada kendala, sekali lagi dalam jiwa sportivitas olahraga itu kita akan berjuang sampai akhir, tidak ada istilah kalah sebelum bertanding," ujar Okto.

"AWBG menggunakan statuta-nya ANOC (Asosiasi Komite Olimpiade Nasional) yang memiliki mekanisme sendiri apabila ada kendala yang dialami di lapangan dan itu bisa dilakukan secara fleksibel," kata Okto menuturkan.

Dia optimistis pelaksanaan pesta olahraga terbesar ketiga setelah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin itu akan bergulir dengan baik. AWBG Bali 2023 akan diikuti sekitar 1.500 atlet dari 130 negara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement