Selasa 28 Mar 2023 13:13 WIB

Polri Berlakukan 'One Way' dan 'Contra Flow' Saat Mudik 2023, Ini Detail Pelaksanaannya

Pemerintah memprediksi ada 123,8 juta orang melakukan pergerakan saat libur Lebaran.

Sejumlah kendaraan roda empat melintas di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan contra flow di kawasan Cawang, Jakarta, Kamis (2/2/2023).(Ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi.
Sejumlah kendaraan roda empat melintas di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan contra flow di kawasan Cawang, Jakarta, Kamis (2/2/2023).(Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan penambahan kapasitas jalan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2023. Yakni dengan memberlakukan one way dan contra flow di sejumlah ruas jalan.

"Tahun ini kami akan melakukan penambahan kapasitas jalan berupa contra flow, one way, alih arus dan buka tutup," kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan dalam diskusi publik bertajuk "Keterjangkauan Pangan, Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi Publik Jelang Mudik Lebaran 2023" di Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Baca Juga

Aan menjelaskan, contra flow dilakukan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar rest area dan terjadinya gangguan pada penggal jalur tertentu. "Contra flow untuk dilaksanakan dari mulai KM 47 Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan KM 72 Tol Cipali," ujarnya.

Sedangkan untuk one way dilaksanakan dari KM 72 Tol Cipali sampai dengan KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, kemudian di KM 422 sampai dengan KM 442 Tol Semarang-Bawen. Kemudian untuk alih arus dan buka tutup dilakukan pada ruas tol fungsional Cisumdawu apabila arus padat di GT Cimalaka maka kendaraan akan ditutup atau dialihkan melalui exit Sumedang.

Bila exit Sumedang masih padat maka akan ditutup dan dialihkan melalui exit Pemulihan. Terkait dengan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2023 nanti, kata Aan, seluruh Dirlantas Polda yang wilayahnya dilalui pemudik sudah membuat beberapa rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran arus bagi masyarakat.

Jenderal bintang satu itu menyebut, pelaksanaan one way dan contra flow sudah dibuat jadwalnya bersama dengan Kementerian Perhubungan, PT Jasamarga dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders). Untuk jadwal contra flow arus balik dari KM 47 sampai KM 72 dilaksanakan dari 18 April mulai pukul 14.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Dilanjutkan tanggal 19, 20 dan 21 April dari pukul 08.00 WIB sampai 24.00 WIB. Sedangkan untuk one way arus mudik dari KM 72 sampai dengan KM 414 dilaksanakan bersamaan dengan contra flow.

Begitu pula untuk arus balik, jadwal contra flow dan one way dibagi dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama contra flow dari KM 72-47 dilaksanakan pada 24 April dari pukul 14.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, lalu di tanggal 25 dan 26 April sama-sama dimulai pukul 08.00 WIB. Jadwal yang sama berlaku pula untuk sistem one way di KM 414-KM 72.

Sedangkan untuk arus mudik gelombang kedua pada 29 April di KM 72-KM 47 dimulai tanggal 14.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB. Dilanjutkan tanggal 30 April dari pukul 08.00- 24.00 WIB, dan tanggal 1-2 Mei dimulai dari pukul 08.00 WIB. Jadwal yang sama juga berlaku untuk sistem one way dari KM 414-KM 72.

"Jadwal one way dan contra flow sama supaya terjadi keharmonisan," kata Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana.

Tahun 2023 ini pemerintah memprediksi ada 123,8 juta orang melakukan pergerakan saat libur Lebaran, angka ini meningkat 44 persen dari tahun 2022. Diperkirakan, ada 99,22 juta orang menggunakan transportasi darat.

Dimana 22,07 persen (27,32 juta orang) menggunakan mobil pribadi, 20,3 persen (25,13 juta orang) sepeda motor, 18,39 persen (22,77 juta orang) menggunakan bus. Selain itu, 11,69 persen (14,47 juta orang) menggunakan kereta api antarkota, 7,7 persen (9,53 juta orang) menggunakan mobil sewa.

Daerah tujuan terbanyak pemudik Lebaran 2023, yakni Jawa Tengah sebesar 26,45 persen (32,75 juta orang), Jawa Timur sebanyak 19,8 persen (24,6 juta orang) dan Jawa Barat 16,73 persen (20,72 juta orang).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement