Sabtu 25 Mar 2023 01:47 WIB

Pedagang Diimbau tidak Berjualan di Tepi Jembatan Kretek Bantul

Selain ditertibkan, harus pula disadarkan potensi bahayanya.

Rambu penunjuk untuk jalur pejalan kaki di Jembatan Kretek II, Bantul, DI Yogyakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Rambu penunjuk untuk jalur pejalan kaki di Jembatan Kretek II, Bantul, DI Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau pedagang kaki lima tidak berjualan di tepi lintasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jembatan Kretek II. Hal itu demi keamanan dan keselamatan bersama.

"Itu kan tidak boleh ya, karena itu menyangkut keselamatan banyak orang, ya pastilah (ditertibkan)" kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menanggapi ramainya pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lintasan Jembatan Kretek II Bantul, Jumat (24/3/2023).

Menurut dia, keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan di tepi lintasan Jembatan Kretek tidak lepas dari kegiatan ngabuburit atau kegiatan masyarakat menunggu waktu berbuka puasa. Untuk mencegah, selain ditertibkan harus disadarkan potensi bahayanya.

"Tetapi ini tidak hanya soal penertiban, tapi kesadaran yang melakukan, nanti ditertibkan besok kembali lagi, diterbitkan kembali lagi, padahal itu jalur yang berbahaya, kan kecepatan tinggi, ya nanti akan terus kita sadarkan," katanya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah, agar mengondisikan kegiatan ngabuburit dan pedagang yang berjualan di tepi lintasan Jembatan Kretek, agar tidak membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan.

"Memang butuh proses untuk menyadarkan orang itu, nanti akan kita buat taman, cuma kan belum jadi tamannya, sehingga mereka berjualan di pinggir lintasan yang jalur cepat itu kan bahaya itu," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Kitri Suwondo mengatakan, pedagang kaki lima di sekitaran Jembatan Kretek II telah meminta masa berjualan selama dua pekan di bulan Ramadhan.

Akan tetapi, kata dia, untuk sementara ini, guna menghindari terjadinya bahaya, pihaknya menertibkan pedagang agar mendirikan lapak jualan lebih jauh dari jalan tersebut.

"Kemarin ada rapat dan hasil kesepakatan dari pedagang minta agar diberikan waktu berjualan sampai H-14 Lebaran. Kami sudah minta lokasi yang timur agar dimundurkan ke belakang dan mereka bersedia," tegasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement