Jumat 24 Mar 2023 20:07 WIB

Sumbar Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadhan

Distribusi bahan pokok ke daerah di Sumbar dipastikan lancar.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Lida Puspaningtyas
Aktivitas pedagang berbagai bahan pokok (bapok) masyarakat di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (15/3). Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang mencatat, sepekan menjelang bulan Ramadhan, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan.
Foto: Republika/Bowo pribadi
Aktivitas pedagang berbagai bahan pokok (bapok) masyarakat di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (15/3). Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang mencatat, sepekan menjelang bulan Ramadhan, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk memastikan ketersediaan pangan dan bahan pokok lainnya khususnya memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H. Mahyeldi tidak ingin mendengar adanya warga yang mengeluh kelangkaan bahan pangan supaya masyarakat juga dapat fokus untuk beribadah di bulan suci.

"Semua pihak harus mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi. Hal ini juga penting untuk meredam laju inflasi di Sumbar," kata Mahyeldi, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga

Terkait inflasi di Sumbar, Mahyeldi menyebut Pemprov telah mengambil sejumlah langkah diantaranya dengan melakukan kerja sama antar daerah, mengoptimalkan kinerja tim pengendalian inflasi daerah serta mendorong pelaksanaan operasi pasar.

Ia juga mengingatkan agar distribusi bahan pokok ke daerah di Sumbar khususnya ke kepulauan Mentawai dipastikan lancar. Ia meminta seluruh jajaran untuk terus melakukan pemantauan situasi dan kondisi serta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari gejolak dan menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, mengatakan untuk mengantisipasi kemacetan khususnya saat mudik lebaran nanti, pihaknya sudah memetakan 23 titik kemacetan di Sumbar.

Di antaranya di Sebidang Duku, Padang Pariaman, simpang Mifan Padang Panjang hingga area Jambu Air, Agam. Dinas Perhubungan Sumbar akan melakukan rekayasa di jalur jalur masuk Sumbar untuk menghindari penumpukan kendaraan, mengingat jumlah pemudik diprediksi meningkat tahun ini.

"Pemetaan arus lalu lintas ini juga harus diantisipasi karena kalau tidak juga dapat mengganggu distribusi bahan pokok dan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H," ujar Dedy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement