Jumat 24 Mar 2023 16:35 WIB
Inspira

Senyuman Sebelum Tarawih

Penting bagi orang tua menambah wawasan untuk memahami modalitas belajar anak-anak.

Erik Hadi Saputra
Foto: dokpri
Erik Hadi Saputra

Oleh : Erik Hadi Saputra *)

REPUBLIKA.CO.ID, Pembaca yang kreatif, ketika duduk di shaf depan sebelum masuk waktu Isya, saya dihampiri beberapa anak yang membawa buku kegiatan Ramadhan dan meminta tanda tangan. Malam itu memang saya dijadwalkan untuk mengisi ceramah tarawih di Masjid Al Muhtadin Purwomartani Baru Kalasan.

"Pak, minta tanda tangannya," ucap salah satu anak yang saya kenal.

Sambil bingung saya menyampaikan, "Nanti ya, setelah sholat tarawih” hehe. Di samping kanan saya duduk Bapak Edi Mardi Astomo, salah satu pengurus Rumah Tahfiz Qurán,  yang ikutan tersenyum melihat gelagat beberapa anak yang belum ceramah dimulai, bahkan belum melaksanakan sholat isya, sudah meminta tanda tangan.

Sambil bercanda ke Pak Edi, bagaimana jika anak-anak ini menjadi pegawai suatu saat nanti? Ekpresi kita berdua hanya senyum-senyum saja. Ditambah di samping pak Edi, ada pak Sujadi yang juga ikutan mendukung keputusan saya untuk menunda tanda tangan sampai ceramah dan sholat tarawih dilaksanakan.

Pembaca yang kreatif, mengapa anak-anak mau melakukan itu? Memiliki inisiatif untuk meminta tanda tangan sebelum rangkaian ibadah dilaksanakan? Apakah ini sebenarnya adalah contoh dari kita (orang tua) juga? yang sadar atau bawah sadar terkadang suka berkomentar dan bercerita mengenai sesuatu hal yang digampangkan. Bisa jadi suatu ketika aktivitas yang kita lakukan terlihat oleh anak-anak.

Kita sangat memahami bahwa usia anak-anak adalah usia pembelajar. Mereka bisa dengan sangat cepat belajar dengan modalitas belajar masing-masing (visual, auditori dan kinestetik). Mudah sekali untuk kita mengetahui kapan anak-anak kita ini sangat kuat pada ketiga modalitas belajar itu.

Anak yang kemampuan visualnya kuat kalau kita minta bercerita dan berinteraksi akan cenderung mengutarakan kondisi seperti "melukiskan, membayangkan, melihat, cerah, dan kabur."

Jika mereka bercerita tentang sesuatu dan susunan kata dalam kalimat mereka mengarah pada makna kata-kata tadi, maka anak ini kemampuan belajarnya termasuk dalam kategori visual.

Anak dengan kemampuan auditory akan memberi tanda dengan hal-hal yang terkait pada "suara, membisikkan, teriakan, merdu, mendengar, (ter-)". Sehingga anak-anak auditory jika bercerita akan merasa senang mengekspresikan cerita atau yang dirasakan mengarah kepada kata-kata tersebut.

Sedangkan anak kinestetik menyukai dirinya terlibat secara langsung dalam pembelajaran. Diskusi kelompok, presentasi, dan praktik lapangan bisa membuat suasana semakin bergairah (semangat positif) bagi anak kinestetik. Ketika berbicara akan semakin mudah dimengerti bahwa mereka adalah anak kinestetik disebabkan penggunaan makna dalam kata-kata yang terkait "halus, hangat, panas, menggenggam dan merasa."

Pembaca yang kreatif, penting bagi orang tua menambah wawasan untuk memahami modalitas belajar ini. Ditambah lagi perkembangan generasi saat ini (yang sedang belajar di Sekolah Dasar) adalah generasi alpha. Generasi yang lahir dalam dunia digital, dan sangat cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada di dalamnya. 

Pembaca yang kreatif, dalam melihat apa yang mereka pikirkan termasuk kejujuran, ada salah satu teknik yang sudah dikenal di dunia Neuro-Linguistic Programming (NLP) yaitu Eye Accessing Cue. Teknik pola lirikan/gerakan bola mata yang bekerja secara bawah sadar ketika seseorang mengakses/memberikan suatu informasi dalam pikirannya.

Kita bisa menggabungkan teknik ini dengan modalitas belajar anak. Gerakan bola mata ke kiri terjadi ketika seorang anak mengingat kembali apa yang sudah pernah terjadi. Modalitas belajar visual akan mengarah ke kiri atas.

Pada anak auditory gerakan bola mata mengarah ke kiri tengah. Sedangkan belajar anak kinestetik bola mata akan bergerak ke kiri bawah. Selanjutnya adalah gerakan bola mata ke kanan, akan terjadi ketika seorang anak sedang membangun/menyusun cita-cita/rencana yang belum terjadi.

Gerakan bola mata ke kanan atas untuk anak dengan modalitas belajar visual. Gerakan ke kanan tengah untuk anak auditory serta gerakan bola mata ke kanan bawah mengarah pada anak kinestetik.

Selamat memperhatikan dan mencobanya, dikarenakan pada malam hari selama Ramadhan anda akan banyak menemukan anak-anak yang bersemangat beribadah di masjid. Sehat dan teruslah terinspirasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement