Selasa 21 Mar 2023 18:29 WIB

Dinkes Sulawesi Barat Optimalkan Program Kesehatan Cegah Stunting

Stunting akan menghambat kesehatan generasi muda Indonesia.

Ilustrasi gerakan bersama mencegah stunting.
Foto: bowo pribadi/Republika
Ilustrasi gerakan bersama mencegah stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengarahkan sejumlah program kesehatan yang dikelolanya pada 2023 untuk mencegah stunting.

"Dinkes Sulbar tidak mengelola anggaran untuk pencegahan stunting, sehingga dilakukan pencegahan stunting dengan memanfaatkan program kesehatan yang dijalankan Dinkes Sulbar menggunakan anggaran rutin yang dimiliki," kata Kepala Dinkes Sulbar, Asran Masdy di Mamuju, Senin (20/3/2023).

Baca Juga

Program pencegahan stunting di Sulbar dilaksanakan melalui program kesehatan, karena tidak ada anggaran khusus untuk pencegahan stunting.

Program kesehatan untuk mencegah stunting di Sulbar, di antaranya adalah program pelayanan kesehatan gizi ibu dan anak, ataupun, penanggulangan penyakit menular.

Pelayanan kesehatan gizi ibu dan anak berkelanjutan dilaksanakan melalui penyelamatan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), 1.000 HPK adalah fase kehidupan, yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan mencapai 270 hari, sampai dengan anak berusia dua tahun atau selama 730 hari.

"Peningkatan pelayanan kesehatan gizi ibu dan anak, melalui penyelamatan 1.000 HPK sangat penting dilaksanakan, agar tidak terjadi masalah gizi kronis, pemberian nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati selama 1.000 HPK," katanya.

Menurut dia, Dinkes Sulbar melaksanakan program kesehatan melalui program "Masilambi", yang tujuannya untuk menurunkan angka penurunan stunting di Provinsi Sulbar tersebut.

"Program Masilambi merupakan upaya terobosan yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk menekan angka stunting di Sulbar," katanya.

Ia menyampaikan, pemerintah di Sulbar terus berupaya menggalakkan sejumlah program kesehatan untuk melakukan intervensi menurunkan angka prevalensi stunting di Sulbar sesuai arahan penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik.

Stunting di Sulbar masih mencapai 33,8 persen berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI) dengan kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni Kabupaten Polman mencapai 36 persen kemudian disusul Kabupaten Majene 35,7 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement