Rabu 15 Mar 2023 16:20 WIB

Jelang Ramadhan, ID Food Tambah Stok Daging Sapi

ID Food menambah jumlah stok daging sapi hingga 4.000 ton.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta, Rabu (15/6/2022). PT RNI (Persero) atau ID Food meningkatkan alokasi stok daging sapi menjelang ramadhan.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta, Rabu (15/6/2022). PT RNI (Persero) atau ID Food meningkatkan alokasi stok daging sapi menjelang ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT RNI (Persero) atau ID Food meningkatkan alokasi stok daging sapi menjelang Ramadhan. Direktur Komersial PT RNI atau ID Food Ardiansyah Chaniago mengatakan perusahaan telah menambah jumlah stok daging sapi hingga 4.000 ton atau dua kali lebih banyak ketimbang stok saat hari besar keagamaan nasional (HBKN) tahun lalu yang sebesar 2.000 ton.

"Tahun lalu, kami menyiapkan 2.000 ton (daging sapi) kebutuhan itu memang tidak cukup, makanya melihat dari tahun lalu, kebutuhannya kami alokasikan dua kali lipat, jadi kita punya stok saat ini hampir 4.000 ton," ujar Ardi dalam diskusi terkait kesiapan BUMN dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan menjelang ramadhan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (15/3/2023).

Baca Juga

Ardi menyampaikan ID Food juga berkomitmen dalam menjaga stabilitas harga pangan dengan menjual daging sapi lebih murah dari harga pasar lantaran mengikuti ketentuan harga acuan  pembelian dan penjualan (HAP) dari pemerintah.

Ardi mencontohkan penjualan harga daging bagian paha depan yang sebesar Rp 105 ribu, meski tidak mendapatkan margin yang besar. Hal ini guna menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

"Harga kami sebenarnya di bawah, kalau di pasar sekarang harga daging sapi itu Rp 130 ribu, harga kami biasanya itu di bawah Rp 100 ribu," ucap Ardi.

Ardi menyampaikan lonjakan harga kembali pada para pedagang. Perusahaan sendiri akan terus memonitor perkembangan harga yang dijual oleh pedagang di lapangan. Ardi tak ingin kejadian tahun lalu yang mana harga daging mencapai Rp 200 ribu per kg atau lebih mahal dari harga awal yang sebesar Rp 130 ribu per kg. 

"Ini sama seperti minyak goreng. Kita kasih pedagang Rp 12.600 per liter, dengan catatan pedagang harus jual Rp 14 ribu per liter. Jadi kalau pedagangnya bocor bisa jual di atas itu, berarti pedagangnya nakal. Makanya kita ada fakta integritas dengan pedagang supaya tidak bisa jual di atas harga yang ditetapkan," kata Ardi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement