Rabu 08 Mar 2023 20:45 WIB

15 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

Dua hari sebelumnya juga terdeteksi sebanyak 16 titik panas tersebar di Kaltim.

Ilustrasi titik panas kebakaran lahan di Kalimantan Timur.
Foto: ANTARA
Ilustrasi titik panas kebakaran lahan di Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 15 titik panas tersebar pada sejumlah lokasi di Provinsi Kalimantan Timur. Semua pihak diminta saling menjaga agar tidak terjadi titik panas lagi.

"Sebaran titik panas tersebut telah kami informasikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Rabu (8/3/2023).

Baca Juga

Ada 15 titik panas tersebut terpantau sepanjang Rabu ini mulai pukul 01.00 hingga pukul 16.00 Wita, kemudian langsung disampaikan ke instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Dua hari sebelumnya (Senin, 6/3/2023), pihaknya d, namun titik panas tersebut telah padam setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.

Sedangkan 15 titik panas yang terpantau hari ini berada di titik koordinat berbeda, meskipun ada yang masih dalam satu kabupaten maupun kecamatan yang sama.

Ke-15 titik panas yang terdeteksi hari ini tersebar pada dua kabupaten, yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 2 titik panas, sedangkan selebihnya 13 titik berada di Kabupaten Kutai Timur.

Rinciannya adalah titik panas di Kutai Kartanegara tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota Bangun dan Kecamatan Loa Kulu yang keduanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Sedangkan 13 titik yang berada di Kutai Timur, tersebar pada empat kecamatan, yakni 1 titik di Kecamatan Bengalon, 8 titik di Kecamatan Kaubun, 1 titik di Long Mesengat, dan 3 titik di Kecamatan Muara Wahau yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Saat ini, katanya, sebenarnya masih masuk musim hujan, namun terdapat peluang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan berturut-turut di sejumlah kawasan, sehingga hal ini berakibat keringnya biomassa di lahan tertentu yang rawan terjadi kebakaran.

"Mengingat akhir-akhir ini kerap terpantau titik panas, maka kami mengimbau semua elemen untuk sama-sama menjaga, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, apalagi jika di kawasan tersebut ada hutan atau lahan yang mudah terbakar," kata Diyan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement