Rabu 08 Mar 2023 15:33 WIB

Telinga Berdenging Setelah Pasang Implan Koklea, Dokter: Itu Hal Wajar

Selain bunyi denging, pasien implan koklea biasanya mengalami gangguan keseimbangan.

Bunyi denging di telinga. (ilustrasi). Menurut dokter, setelah seseorang memasang implan koklea, wajar jika telinga terdengar bunyi denging.
Foto: www.freepik.com
Bunyi denging di telinga. (ilustrasi). Menurut dokter, setelah seseorang memasang implan koklea, wajar jika telinga terdengar bunyi denging.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Harim Priyono, mengatakan, gangguan keseimbangan ringan serta bunyi denging, wajar terjadi seusai pemasangan implan koklea (alat bantu dengar elektronik) pada orang dewasa. Hal itu terjadi karena operasi implantasi koklea akan membuka koklea atau rumah siput yang ada di bagia dalam telinga.

"Untuk dewasa, harus diinformasikan bahwa setelah operasi, jika ada gangguan keseimbangan ringan itu adalah hal yang wajar, termasuk bunyi denging," kata Harim dalam diskusi daring, Rabu (8/3/2023).

Baca Juga

Menurut Harim, hal tersebut terjadi sebab operasi implantasi koklea akan membuka koklea atau rumah siput yang berada di bagian dalam telinga. Koklea sendiri merupakan organ yang sangat sensitif.

Di samping itu, setelah melakukan operasi implantasi koklea, Harim mengatakan orang dewasa juga akan merasakan nyeri. "Tapi nyerinya bukan berarti nyeri yang sulit diatasi," ujarnya.

Sementara pada pasien anak-anak, Harim mengatakan operasi implantasi koklea justru hampir tidak menimbulkan keluhan apapun termasuk denging dan gangguan keseimbangan. Bahkan, anak tidak menangis atau rewel akibat sakit.

"Pada anak-anak, keluhan setelah operasi boleh dibilang tidak ada. Kami berikan obat anti nyeri yang ringan misalnya pagi ini jam 8, lalu jam 12 dia sudah bisa main lagi seperti normal," kata dia.

Harim memastikan bahwa operasi implantasi koklea merupakan operasi ringan sehingga sangat aman dilakukan. Luka operasinya cukup kecil yakni sekitar empat sentimeter di belakang daun telinga dan tidak perlu melakukan pengangkatan jahitan.

Saat persiapan operasi pemasangan implan koklea, Harim mengatakan ada dua tahapan yang harus dilalui, yakni kandidasi fungsi pendengaran dan kandidasi operasi.

"Kandidasi fungsi pendengaran itu maksudnya apakah pasien itu memang merupakan kandidat implantasi koklea. Setelah itu kandidasi operasi, paling awal itu dilakukan CT Scan dan MRI," kata Harim.

Setelah itu, kata Harim, barulah pasien melakukan persiapan operasi pada umumnya. Bedanya pada implantasi koklea, pasien akan diminta melakukan vaksinasi meningitis. Kemudian satu hari sebelum operasi, pasien melakukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh.

Alat implan koklea sendiri terdiri atas dua komponen yakni komponen internal yang ditanamkan di bawah kulit bagian belakang telinga dan komponen eksternal yang diletakkan di belakang telinga. Dokter spesialis THT Dr dr Semiramis Zizlavsky dari rumah sakit yang sama mengatakan, kedua komponen tersebut harus dirawat dengan baik agar tidak rusak.

Komponen eksternal misalnya, meski dirancang agar tahan terhadap kelembapan, tetap harus diperhatikan agar tidak terlalu banyak terpapar keringat guna menghindari jamur. "Keringat itu mengganggu, bisa jamuran. Jadi harus benar-benar dijaga supaya jangan lembap, jangan sampai kena jamur," kata dokter yang akrab disapa Mira itu.

Dia mengimbau pasien memastikan agar kabelnya tidak sering ditarik. Sedangkan untuk komponen internal, Mira mengatakan pastikan tidak terkena benturan fisik yang berat yang dapat memungkinkan kerusakan pada komponen.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement