Sabtu 04 Mar 2023 15:00 WIB

Biden dan Scholz Berjanji Terus Sanksi Rusia Atas Perang di Ukraina

AS juga berencana memberikan sanksi ke Cina jika memberikan bantuan militer ke Rusia.

File foto Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden AS Joe Biden berpose saat pertemuan KTT G7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, 26 Juni 2022. Kedua pemimpiin negara G7 ini bertemu secara pribadi pada 3 Maret 2023 di Ruang Oval, Gedung Putih. Bahkan penasihat utama mereka tidak dilibatkan dalam percakapan tersebut.
Foto: EPA-EFE/CHRISTIAN BRUNA
File foto Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden AS Joe Biden berpose saat pertemuan KTT G7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, 26 Juni 2022. Kedua pemimpiin negara G7 ini bertemu secara pribadi pada 3 Maret 2023 di Ruang Oval, Gedung Putih. Bahkan penasihat utama mereka tidak dilibatkan dalam percakapan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Joe Biden dan Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji untuk terus memberlakukan sanksi kepada Rusia atas perangnya di Ukraina. Biden dan Scholz bertemu secara pribadi di Ruang Oval, Gedung Putih, selama lebih dari satu jam pada Jumat (3/3/2023), kata seorang pejabat AS.

Diskusi mereka berfokus pada pentingnya melanjutkan solidaritas global dengan rakyat Ukraina, dan upaya berkelanjutan untuk memberikan bantuan keamanan, kemanusiaan, ekonomi, dan politik ke Ukraina. 

Baca Juga

Biden berterima kasih kepada Scholz atas kepemimpinan yang kuat serta dukungannya untuk Ukraina. Sementara Scholz mengatakan penting untuk menunjukkan bahwa kedua sekutu akan mendukung Ukraina selama dibutuhkan dan selama diperlukan.

Berbicara sebelum pertemuan, para pejabat AS mengatakan poin-poin diskusi termasuk keadaan perang dan cara menanggapi jika Cina memberikan bantuan militer ke Rusia. Washington telah mulai berkonsultasi dengan sekutu tentang menjatuhkan kemungkinan sanksi kepada Cina jika Beijing memberikan dukungan militer kepada Rusia untuk perangnya di Ukraina.

AS juga mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa Cina sedang mempertimbangkan untuk menyediakan senjata ke Rusia, meskipun pejabat AS belum memberikan bukti atau mengatakan bahwa pasokan tersebut telah dimulai. Di lain pihak, Beijing membantah niat untuk mempersenjatai Rusia.

"Kami belum melihat Cina melakukan apa pun, karena berkaitan dengan senjata mematikan. Setiap langkah yang diambil Cina terhadap Rusia mempersulit hubungan China dengan Eropa dan negara lain di seluruh dunia," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan sebelum pertemuan Biden-Scholz.

 

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement