Jumat 03 Mar 2023 08:45 WIB

Luhut Sebut Insentif Kendaraan Listrik akan Diumumkan Pekan Depan

Insentif kendaraan listrik disebut akan diumumkan pada pekan depan.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah). Luhut mengatakan, insentif kendaraan listrik akan diumumkan pada pekan depan.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah). Luhut mengatakan, insentif kendaraan listrik akan diumumkan pada pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, insentif kendaraan listrik kemungkinan bakal diumumkan pada pekan depan. Seusai pengumuman insentif kendaraan listrik, Luhut kemudian akan menyampaikan terkait rencana investasi Tesla di Indonesia.

"Nanti tunggu lah (Tesla). Kalau nanti Senin diumumkan mengenai atau pekan depan diumumkan mengenai insentif EV nanti baru saya ngomong," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Jumat (3/3/2023).

Baca Juga

Selain itu, Luhut juga menanggapi terkait kabar akan dibangunnya pabrik Tesla di Malaysia. Ia menilai, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap rencana investasi Tesla di Indonesia.

"Kantor di mana saja boleh dibangun. Kita masih tetap, masa tidak," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan, pemberian insentif sebesar Rp 7 juta untuk kendaraan listrik akan dilakukan pemerintah mulai Maret 2023. Ia menjelaskan, pihak yang akan mendapatkan insentif ini, yakni pembeli motor listrik. Hal itu baik untuk motor baru pabrikan atau masyarakat yang ingin mengonversi motor BBM-nya ke motor listrik.

"Implementasi kendaraan listrik. Rencananya, Maret sudah jalan. Sepeda motor yang baru dan yang konversi," ujar Arifin saat ditemui di kantor Kemenko Marves, Senin (20/2).

Arifin juga menjelaskan, untuk tahap pertama ini pemerintah memberikan alokasi total 100 ribu unit motor yang akan diberikan insentif. Secara paralel, pemerintah juga akan memperbanyak bengkel konversi dengan melakukan pembinaan dan sertifikasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement