Kamis 02 Mar 2023 23:47 WIB

Dinkes Jabar Pastikan Empat Warga Garut Terinfeksi Difteri Sudah Sembuh

Angka terakhir 4 orang sudah sembuh. Sisanya tinggal 10 orang lagi yang dirawat

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi ORI di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Senin (27/2/2023). Vaksinasi itu dilakukan menyusul penetapan KLB penyakit difteri di Kabupaten Garut.
Foto: Dok. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi ORI di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Senin (27/2/2023). Vaksinasi itu dilakukan menyusul penetapan KLB penyakit difteri di Kabupaten Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Empat warga Kabupaten Garut yang terinfeksi difteri akhirnya sembuh. Hal tersebut diungkapkan Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) Rochayadi. Menurutnya, saat ini pasien yang masih dalam perawatan ada 10 orang.

“Angka terakhir itu 4 orang sudah sembuh. Sisanya tinggal 10 orang lagi yang dirawat,” ujar Rochayadi, Kamis (2/3/2023).

Baca Juga

Rochayadi mengatakan, empat orang pasien difteri bisa sembuh karena langsung ditangani oleh tim tenaga kesehatan. Sedangkan beberapa lainnya ada yang enggan berobat dan dirawat di puskesmas maupun rumah sakit karena beberapa alasan.

"Jadi kalau dirawat, difteri itu bakal sembuh. Nah kebanyakan yang kita temui di lapangan ini masyarakat yang tidak mau berobat, atau karena lokasi yang sangat jauh dari lokasi layanan kesehatan. Makanya yang kemarin korban meninggal seperti itu kasusnya," katanya.

Dinkes Jabar, kata dia, bersama Dinkes Kabupaten Garut terus melakukan vaksinasi pada masyarakat, terutama untuk wilayah Kecamatan Cigedug, Garut yang banyak ditemukan kasus difteri.

"Target 11.220 warga di satu kecamatan di Garut supaya bisa mendapat vaksinasi. Cuma memang, capaiannya belum maksimal. Datanya baru 10 persen yang mendapat vaksin difteri," katanya.

Sebelumnya, istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Praratya Kamil telah meninjau langsung kondisi difteri sekaligus vaksinasi di Kecamatan Cigedug, Garut. Menurutnya kendala yang dialami di lapangan memang pada budaya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement