Kamis 02 Mar 2023 23:34 WIB

Airlangga Bertemu WEF Dorong Program Prioritas

Ia juga berbagi terkait Program Kartu Prakerja yang merupakan prioitas pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Airlangga bertemu dengan Member of the Executive Committee World Economic Forum (WEF) Joo-Ok Lee untuk mendorong pelaksanaan program-program ekonomi prioritas nasional, seperti ekonomi digital, ketenagakerjaan, transisi energi, hingga kendaraan listrik.
Foto: Dok. Standard Chartered
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Airlangga bertemu dengan Member of the Executive Committee World Economic Forum (WEF) Joo-Ok Lee untuk mendorong pelaksanaan program-program ekonomi prioritas nasional, seperti ekonomi digital, ketenagakerjaan, transisi energi, hingga kendaraan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang PerekonomianAirlangga Hartarto bertemu dengan Member of the Executive Committee World Economic Forum (WEF) Joo-Ok Lee untuk mendorong pelaksanaan program-program ekonomi prioritas nasional, seperti ekonomi digital, ketenagakerjaan, transisi energi, hingga kendaraan listrik.

Airlangga juga berbagi terkait Program Kartu Prakerja yang merupakan bagian dari prioritas Pemerintah Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia. "Program ini menggambarkan bagaimana teknologi digital dapat berkontribusi dan dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di bidang ketenagakerjaan," katanya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Baca Juga

Pemerintah Indonesia perlu memanfaatkan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja berkelanjutan yang pada akhirnya berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.

Sehubungan dengan topik rantai pasok kendaraan listrik, Airlangga mengusulkan konsep electronic-mobility (e-mobility) yang tidak terbatas pada kendaraan listrik. Konsep ini dapat mencakup secara lebih luas mulai dari pemanfaatan bahan baku, kerja sama investasi, insentif fiskal, hingga pemanfaatan e-mobility untuk transportasi publik.

Ia juga meminta dukungan WEF bagi Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 dengan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan CEO global dari kawasan Asia Tenggara sebagai showcase keberhasilan ASEAN menjaga pertumbuhan ekonomi.

"ASEAN mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,5 persen pada tahun 2022 dan merupakan kawasan yang mencatat pertumbuhan positif dalam masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Sementara, Indonesia sendiri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen pada 2022," ucapnya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement