Senin 27 Feb 2023 17:10 WIB

Isra Miraj Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Isra Miraj momentum strategis keberlangsungan umat Islam.

Kubbatus Sakhrah Masjid al Aqsa, tempat Nabi Muhammad melaksanakan isra miraj.
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Kubbatus Sakhrah Masjid al Aqsa, tempat Nabi Muhammad melaksanakan isra miraj.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir menyatakan peringatan atas peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh umat Islam menjadi momentum yang baik untuk menguatkan persatuan dan kesatuan umat dalam berbangsa dan bernegara.

"Momentum ini sangat baik untuk refleksi dalam hal meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW," kata Ihsan Basir, di Bangkep, Senin (27/2/2023).

Baca Juga

Momentum Isra Miraj jatuh pada tanggal 18 Februari 2023 Masehi atau 27 Rajab 1444 Hijriah. Momentum ini diperingati oleh umat Islam di Sulawesi Tengah termasuk di Banggai Kepulauan.

Ihsan mengatakan momentum Isra dan Miraj dapat menjadi syiar Islam sekaligus penguatan pemahaman tentang sejarah peradaban Islam kepada masyarakat.

Hal ini penting, karena, sebut dia, agar masyarakat khususnya generasi muda muslim dapat mengetahui dan memahami peristiwa Isra dan Miraj, sekaligus sebagai upaya melestarikan sejarah peradaban Islam secara berkelanjutan.

Di samping itu, yang tak kalah penting, ujar dia, adalah meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW untuk menguatkan hubungan antar sesama manusia dalam memperkuat persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

"Seperti yang kita ketahui bahwa Nabi telah memberikan contoh yang baik kepada umatnya, maka sebagai umat Islam perlu untuk merefleksi hal ini," sebutnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat di daerah itu khususnya umat Islam agar memanfaatkan momentum peringatan dan perayaan Isra dan Miraj untuk meningkatkan ibadah.

"Saya mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama memantapkan shalat, peningkatan shalat perlu kita tingkatkan sehingga setiap muslim merasakan shalat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebatas kewajiban yang harus ditunaikan,? tutur Bupati.

Sementara itu Kepala kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan H Suardi Kandjai menyampaikan peristiwa Isra dan Miraj merujuk Firman Allah pada Surah Al-Isra Ayat 1 yang artinya "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Suardi Kandjai juga menyampaikan kepada masyarakat khususnya umat Islam agar melalui Isra dan Miraj, bagaimana kita membangun Kabupaten Banggai kepulauan ini menjadi kepulauan yang religius.

"Harus ada gerakan-gerakan seperti shalat subuh berjamaah," ungkapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement