Kamis 23 Feb 2023 04:57 WIB

Siswa dan Santri di Gresik Diedukasi Bahaya Narkoba

Iman dan agama menjadi modal penting yang membentengi santri dari bahaya narkoba.

Ilustrasi polisi menangkap penyalahguna narkoba.
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Ilustrasi polisi menangkap penyalahguna narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan edukasi kepada 250 pelajar SMA, SMK, MA dan santri pondok pesantren tentang bahaya narkoba melalui kegiatan "Dialog Pelajar dan Santri Gresik Lawan Narkoba" di kabupaten setempat, Rabu (23/2/2023).

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama Pemkab Gresik dengan PT Cargill Indonesia (Cargill), dan didukung oleh Polres dan BNNK dalam rangka perayaan HUT kabupaten setempat ke-536.

Baca Juga

"Kabupaten Gresik menjadi telah berkembang menjadi kota metropolitan. Dengan segala kemajuan di era digital, ini mempengaruhi gaya hidup warganya terutama kalangan anak muda," kata Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah dalam sambutannya.

Dari kegiatan ini, kata Aminatun Habibah, para pelajar dan santri bisa membentengi diri dari bahaya narkoba. Caranya dengan memperkuat iman melalui agama, meningkatkan kegiatan yang positif baik di rumah maupun di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.

"Dan yang tak kalah penting kita bersama-sama berkomitmen untuk memerangi peredaran narkoba dengan tekad lawan narkoba," katanya.

Admin and Relation Manager fasilitas produksi kakao Cargill, Adi Suprayitno mengatakan pihaknya mendukung upaya-upaya edukasi untuk mendorong pemahaman para pelajar dan santri di Gresik agar mengetahui bahaya narkoba serta mengenali cara peredarannya yang kadang tidak mereka sadari.

"Dengan adanya pemahaman dan kesadaran tersebut, diharapkan para pelajar dan santri bisa membentengi dirinya sekaligus menjadi influencer bagi sesama pemuda untuk bersama-sama melawan narkoba," kata Adi

Dalam dialog tersebut, Kepala BNNK Gresik AKBP Kartono memaparkan strategi dan upaya BNNK Gresik dalam mencegah masuknya narkoba di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.

"Caranya dengan memperkuat edukasi ke guru bimbingan konseling (BK) serta pengasuh ponpes, mengajak pelajar dan santri menjadi influencer bagi lingkungannya," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement