Sabtu 18 Feb 2023 10:10 WIB

Megawati Bicara Soal Anggapan Bencana Pemberian dari Allah

Megawati mengajak masyarakat supaya lebih peka terhadap bencana

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan kata sambutan saat meninjau progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali, Senin (16/1/2023). KEK Sanur tengah ditransformasikan Kementerian BUMN untuk menjadi destinasi wisata komprehensif yang menonjolkan wisata kesehatan dan pariwisata.
Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan kata sambutan saat meninjau progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali, Senin (16/1/2023). KEK Sanur tengah ditransformasikan Kementerian BUMN untuk menjadi destinasi wisata komprehensif yang menonjolkan wisata kesehatan dan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti masih ada masyarakat yang tak siap menghadapi bencana. Ia mengungkap adanya asumsi munculnya bencana adalah pemberian Allah SWT.

"Mbok jangan gini, rakyat kita jadi tidak siap, kenapa? Selalu dibilang ini 'bencana itu sudah dibilang pemberian gusti Allah', MasyaAllah," ujar Megawati  dalam Seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan di Jakarta Selatan pada Kamis (16/2) lalu  

Baca Juga

Megawati mengajak masyarakat supaya lebih peka terhadap bencana. "Maksud saya Tuhan itu mengatakan, Allah SWT, kita itu mesti yang namanya supaya hidup, hidup," katanya menambahkan,

Selain itu, Megawati mengimbau masyarakat tak saling menunggu otoritas terkait saat terjadi gempa. Ia mengingatkan Pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi agar siap saat terjadi bencana.

"Ini kalau wes panik blak-bluk gitu, saya pikir aduh kayak Turki itu (gempa), jangan nunggu dong. Makanya tolong koordinasi sama beliau," ucap Megawati. 

Pancasila solusi

Pada kesempatan yang Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengatakan, dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, semua persoalan akan terselesaikan. Hal itu berlaku juga terhadap isu stunting, kekerasan pada perempuan dan anak, kekerasan dalam rumah tangga, serta kesiapsiagaan bencana.

"Dengan nilai-nilai gotong royong lintas sektoral, isu-isu tersebut pasti akan teratasi di negara kita. Upaya gotong royong adalah kunci dalam upaya penguatan ekonomi keluarga," ujar Megawati dikutip dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (17/2/2023).

 

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengatakan, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo memberikan arahan tentang pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan dan pencegahan stunting di daerah. Menurut Yudian, hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab semua pihak untuk merealisasikannya.

"Hal ini tentunya bagian dari tanggung jawab semua pihak, untuk berupaya merealisasikannya, sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing," ujar Yudian.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement