Jumat 17 Feb 2023 18:28 WIB

Delegasi Dokter Spesialis Jiwa Jakarta ke Dubai, Tinjau RS Jiwa Pertama di Timteng

Layanan di Dubai bisa jadi contoh pengembangan RS jiwa vertikal di Indonesia.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta (PDSKJI DKI Jakarta) Nova Riyanti Yusuf  bersama delegasi psikiater DKI Jakarta bersama Tim Al Jalila Children. Delegasi Dokter Spesialis Jiwa Jakarta ke Dubai, Tinjau RS Jiwa Pertama di Timteng
Foto: Dok. Republika
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta (PDSKJI DKI Jakarta) Nova Riyanti Yusuf bersama delegasi psikiater DKI Jakarta bersama Tim Al Jalila Children. Delegasi Dokter Spesialis Jiwa Jakarta ke Dubai, Tinjau RS Jiwa Pertama di Timteng

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta (PDSKJI DKI Jakarta) Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu mengatakan pelayanan kesehatan jiwa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) bisa menjadi contoh bagi Indonesia mengembangkan rumah sakit jiwa vertikal.

"Ini sesuai mimpi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menginginkan rumah sakit jiwa vertikal berkelas dunia," kata Noriyu sebagai ketua delegasi dokter spesialis kedokteran jiwa dari Jakarta dalam kunjungan ke Dubai pekan lalu dalam keterangannya, Jumat (17/2/2023).

Baca Juga

Dalam kunjungannya, delegasi Indonesia terdiri dari beberapa institusi yaitu RS Jiwa Islam Klender, RS Jiwa Soeharto Heerdjan, RS Khusus Daerah Duren Sawit, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, dan Fakultas Kedokteran YARSI. Delegasi mengunjungi Al Amal Psychiatric Hospital yang terakreditasi JCI (Joint Commission Intertantional).

"Semoga rumah sakit jiwa di Indonesia bisa benchmarking dengan Al Amal Psychiatric Hospital sebagai sister hospital," lanjutnya.

Al Amal Psychiatric Hospital adalah rumah sakit jiwa pertama di Timur Tengah (Timteng). Lahirnya Al Amal Psychiatric Hospital merupakan kerja sama antara Maudsley Health dengan Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Uni Emirat Arab dan berkolaborasi dengan Emirates Health Services (EHS).

Consultant Psychiatrist, Clinical Director untuk Maudsley Health Abu Dhabi, dan Assistant Director for Medical Affairs di Al Amal Hospital Dubai Mohamed Maksoud saat memberikan presentasi di hadapan delegasi Indonesia, mengatakan  Al Amal Psychiatric Hospital dibangun pada 1983. Pada 2016, RS ini sudah menjadi fasilitas state-of-the-art sebagai bagian dari inisiatif UEA mempromosikan kesehatan jiwa di Timur Tengah.

Al Amal Psychiatric Hospital memiliki fasilitas kesehatan jiwa terbesar di UEA. "Ada unit Customer Happiness Center dan nilai kepuasannya 94 persen. Ada unit-unit vila yang disediakan gratis bagi pasien yang ditelantarkan keluarga," kata Noriyu.

Dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater dibatasi hanya menerima dua pasien baru dan 10 pasien lama setiap harinya. Mereka hanya boleh bekerja di Al Amal Psychiatric Hospital karena mereka diberi penghasilan sepadan dan tetap.

Rumah sakit lainnya yang melayani kesehatan jiwa adalah Al Jalila Children's Speciality Hospital didirikan 1 November 2016. Rumah sakit pertama yang didedikasikan untuk anak di UEA. Al Jalila adalah rumah sakit anak ultramodern yang bertujuan menjadi kekuatan fasilitas pelayanan tersier dan quarternary di UEA.

Menyadari berbagai tantangan implementasi UU Kesehatan Jiwa dan BPJS, Indonesia membutuhkan model layanan untuk mengawinkan sistem pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas dan rumah sakit. Keterbatasan sumber daya manusia kesehatan jiwa dan sumber daya lainnya masih menjadi tantangan di Indonesia.

"UEA memiliki populasi 9,8 juta dengan jumlah psikiater 414 atau 4,24/100 ribu populasi. Sedangkan di Indonesia, populasi 270 juta jiwa dengan jumlah psikiater 1.120 atau 0,41/100 ribu populasi," katanya.

Ia berharap dengan adanya contoh baik di Dubai, bisa menjadi masukan bagaimana pemerintah Indonesia membangun layanan kesehatan jiwa vertikal yang paripurna dan melayani semua kalangan dan usia, serta mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement