Kamis 16 Feb 2023 23:48 WIB

Polda Jateng Selidiki Dugaan Perusakan Terumbu Karang di Karimunjawa

Kerusakan terumbu karang diduga dipicu oleh kapal LCT Serasi IX yang kandas.

Para pegiat lingkungan Karimunjawa melakukan pendataan area kerusakan terumbun karang di titik Gosong Seloka, kawasan perairan Legon Cikmas, Desa/Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.  Polda Jawa Tengah tengah menyelidiki laporan dugaan perusakan terumbu karang di sekitar perairan Karimunjawa. (ilustrasi)
Foto: Dokumen
Para pegiat lingkungan Karimunjawa melakukan pendataan area kerusakan terumbun karang di titik Gosong Seloka, kawasan perairan Legon Cikmas, Desa/Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Polda Jawa Tengah tengah menyelidiki laporan dugaan perusakan terumbu karang di sekitar perairan Karimunjawa. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polda Jawa Tengah menyelidiki laporan dugaan perusakan terumbu karang di sekitar perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Kerusakan diduga dipicu oleh kapal LCT Serasi IX yang kandas.

"Laporan sudah diterima Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy di Semarang, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga

Menurut dia, laporan dugaan perusakan terumbu karang tersebut bermula dari laporan tentang ada sebuah kapal LCT di atas terumbu karang di perairan Gosong Seloka, Karimunjawa, pada 9 Februari 2023. Kawasan itu, lanjut dia, merupakan zona tradisional perikanan.

Dari laporan itu, petugas menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi di mana LCT Serasi IX masih tertahan di perairan itu. Dalam pengecekan itu, petugas juga mendokumentasikan serta mengidentifikasi terumbu karang yang rusak.

Petugas juga meminta keterangan nahkoda serta anak buah kapal LCT Serasi IX. Kerusakan terumbu karang akibat kapal yang kandas itu sendiri juga telah dilaporkan ke Balai Taman Nasional Karimunjawa.

 

Cek Typo

 

Berita Terkait Kaitkan Berita

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement