Selasa 14 Feb 2023 18:07 WIB

Komisi IV DPRD Temukan Sejumlah Masalah di SMPN 20 Bogor

Legislator melihat ada ruangan di SMPN 20 Bogor yang dikhawatirkan ambruk.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Irfan Fitrat
Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi ke SMPN 20 Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/2/2023).
Foto: Dok. Humpropub DPRD Kota Bogor
Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi ke SMPN 20 Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Komisi IV DPRD Kota Bogor mendapat laporan warga yang mengeluhkan kondisi bangunan SMP Negeri (SMPN) 20 Kota Bogor, Jawa Barat. Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi langsung ke SMPN 20, Selasa (14/2/2023).

Saat inspeksi, didapati kondisi ruang perpustakaan di SMPN 20 Kota Bogor yang tidak lagi digunakan karena dikhawatirkan ambruk. Hal itu berdampak terhadap ruang laboratorium IPA yang berada di bawahnya.

“Kondisi ruangan sudah tidak bisa digunakan karena lantainya sudah goyang dan membahayakan. Ini perlu segera diintervensi,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri, selepas inspeksi, Selasa.

Saeful bersama rombongan Komisi IV juga meninjau kondisi turap yang ada di sekitaran sekolah. Ditemukan turap yang kondisinya terdapat retakan. Hal itu dikhawatirkan rawan longsor dan dapat mengancam bangunan sekolah.

Karenanya, Saeful meminta hal itu menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. “Ini adalah PR (pekerjaan rumah) Kepala Dinas Pendidikan yang baru. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan dan menjadi bencana bagi para siswa yang ada di sekolah,” kata Saeful.

Berdasarkan laporan dari kepala sekolah, Komisi IV juga mencatat persoalan ketersediaan ruang kelas. Pasalnya, masjid di sekolah tersebut diketahui dipakai untuk ruang belajar.

Saeful meminta Disdik memetakan masalah dan kebutuhan sekolah yang ada di Kota Bogor. Menurut dia, sarana prasarana (sarpras) di sekolah perlu menjadi prioritas.

“Pendataan masalah sarpras perlu dijalankan. Jangan sampai menunggu ada kejadian bencana baru kelimpungan. Kadisdik (kepala Disdik) baru harus bisa menyelesaikan ini. Kalau tidak dilaksanakan, kami akan mengambil langkah tegas,” kata Saeful.

Kepala SMPN 20 Kota Bogor, Dwi Nurharyani, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Komisi IV DPRD Kota Bogor yang menaruh perhatian terhadap sekolahnya. “Semoga dari kunjungan ini aspirasi kami bisa ditindaklanjuti,” ujar Dwi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement