Selasa 07 Feb 2023 12:25 WIB

JK Berduka Atas Gempa Turki, Pastikan PMI akan Kirim Bantuan

JK menjanjikan akan segera mengirimkan bantuan ke Turki melalui PMI.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Personil darurat selama operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di distrik Iskenderun Hatay, Turki, (06/02/2023). Dua gempa bumi melanda Turki selatan dekat perbatasan Suriah pada 06 Februari 2023. Ribuan orang tewas dan lebih dari tujuh ribu telah terluka di Turki, menurut AFAD, Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat Turki.
Foto: EPA-EFE/ERDEM SAHIN
Personil darurat selama operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di distrik Iskenderun Hatay, Turki, (06/02/2023). Dua gempa bumi melanda Turki selatan dekat perbatasan Suriah pada 06 Februari 2023. Ribuan orang tewas dan lebih dari tujuh ribu telah terluka di Turki, menurut AFAD, Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyampaikan rasa prihatin dan berbelasungkawa atas gempa yang melanda wilayah di dekat Kota Gaziantep, Turki, pada Senin (6/2/2023). Tercatat hingga kini, gempa berkekuatan 7,8 magnitudo ini  mengakibatkan lebih dari 3.800 warga meninggal dunia.

“Turut berduka cita atas bencana gempa luar biasa yang terjadi di Turki," ujar JK di sela menghadiri puncak peringatan harlah 1 abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).

Baca Juga

JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjanjikan segera mengirimkan bantuan ke Turki melalui PMI. JK juga meyakini Pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuannya ke Turki.

Apalagi Turki merupakan salah satu negara yang kerap membantu Indonesia ketika terkena bencana. Bahkan pada bencana tsunami Aceh pada 2004 bantuan Turki ke Indonesia sangat besar.

"Indonesia akan segera membantu, apalagi Turki ini luar biasa bantuannya pada tsunami Aceh, PMI juga akan bergerak membantu," ujarnya.

Selain mengguncang wilayah Turki, gempa yang terjadi di saat sebagaian warga sedang tertidur tersebut juga mengguncang Suriah.

Setidaknya, hingga saat ini terdapat 3.800 orang tewas dalam kejadian ini. Di mana Korban paling banyak terdapat di Turki tercatat 2.379 korban tewas sementara di Suriah setidaknya 1.444 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement