Selasa 07 Feb 2023 11:25 WIB

Dompet Dhuafa Berikan Bantuan untuk Para Korban Gempa Turki

Dompet Dhuafa melalui unit DMC tanggap darurat terhadap gempa Turki dan Suriah.

Gempa berkekuatan terjadi M 7,4 di selatan Turki, tepatnya di Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye, Senin (6/2/2023).
Foto: Dok. Dompet Dhuafa
Gempa berkekuatan terjadi M 7,4 di selatan Turki, tepatnya di Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye, Senin (6/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TURKI -- Gempa berkekuatan terjadi M 7,4 di selatan Turki, tepatnya di Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye, Senin (6/2/2023), pada pukul 04.17 ws (08.17 wib). Pusat gempa di provinsi Kahramanmaras ini, mengakibatkan belasan ribu korban jiwa.

Sebagai lembaga kemanusiaan di Indonesia, Dompet Dhuafa turut mengucapkan duka atas terjadinya bencana gempa di Turki. Bersamaan dengan hal tersebut, Dompet Dhuafa turut memberikan bantuan kepada para korban.

Baca Juga

“Kami bersama masyarakat Indonesia turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi masyarakat Turki khususnya terdampak dari Gempa dengan M 7,4. Serta sebagai lembaga kemanusiaan, kami akan berupaya untuk mengirimkan bantuan bagi masyarakat Turki yang terdampak,” ujar Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, dalam keterangannya, Selasa (7/2/2023).

Dompet Dhuafa melalui unit Disaster Management Center (DMC) tengah mengupayakan penanganan bantuan respons tanggap darurat gempa bumi di Turki dan Suriah. DMC Dompet Dhuafa sedang menghubungi mitra lokal dan relawan di lokasi. 

“Kami turut berduka atas apa yang menimpa masyarakat Turki dan sekitarnya. Semoga korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan oleh Allah SWT. Semoga semua berada di dalam perlindungan Allah SWT," kata Chief Executive DMC Dompet Dhuafa Haryo Mojopahit.

 

photo
Gempa berkekuatan terjadi M 7,4 di selatan Turki, tepatnya di Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye, Senin (6/2/2023). - (Dok. Dompet Dhuafa)
 

“Saat ini masih dalam tahap asesmen, karena belum bisa mengakses ke lokasi. Baik dari pemerintah ataupun NGO lokal di sana,” tambah Haryo.

Melalui informasi KBRI Ankara telah berkoordinasi dengan otoritas lokal di daerah tersebut, Satgas Perlindungan WNI (Warga Negara Indonesia) dan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di sekitar lokasi. Menurut KBRI Ankara, sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia. 

Sementara itu, sejumlah WNI di Kahramanmaras harus meninggalkan apartemen karena mengalami kerusakan parah. Pihak KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat.

Dalam pendataan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, ada 500 warga Indonesia berada di daerah pusat gempa. Sebagian besar mahasiswa, sebagian lagi bekerja pada sejumlah organisasi internasional. Sejauh ini, tiga WNI dipastikan cedera gara-gara bencana itu.

“Rencananya kita akan mengirimkan bantuan untuk menunjang kebutuhan penyintas selama musim dingin, yakni tenda pleton dan pemanas ruangan,” ujar Manager Response-Recovery DMC Dompet Dhuafa Narwan.

Ahmad Bakari dari Elaf for Relief mengatakan gempa bumi terasa sangat kuat. Pemerintah sedang berada di fase siaga tanggap darurat. 

Sebagian masyarakat berada di jalanan dan masjid. Saat ini kebutuhan mendesak yakni tenda dan penghangat karena suhu cuaca sedang sangat dingin penuh dengan salju.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement