Jumat 03 Feb 2023 18:27 WIB

PT Timah Daftarkan Produk 4.000 UMKM Babel ke Pasar Digital BUMN

PT Timah Tbk berkomitmen agar mitra binaan naik kelas dan bersaing di pasar global.

Kementerian BUMN telah meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM (ilustrasi). PT Timah Tbk mendaftarkan berbagai produk dari 4.000 UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke Pasar Digital BUMN (PaDi BUMN).
Foto: istimewa
Kementerian BUMN telah meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM (ilustrasi). PT Timah Tbk mendaftarkan berbagai produk dari 4.000 UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke Pasar Digital BUMN (PaDi BUMN).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- PT Timah Tbk mendaftarkan berbagai produk dari 4.000 UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke Pasar Digital BUMN (PaDi BUMN), guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian UMKM mitra binaan perusahaan plat merah itu.

"Kami telah membantu produk-produk UMKM mitra binaan agar terdaftar di PaDi BUMN" kata Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk Yennita di Pangkalpinang, Jumat (3/2/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, saat ini ada sekitar 4.000 UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi mitra binaan dan PT Timah Tbk berkomitmen agar para mitra binaan bisa naik kelas dan bersaing di pasar global. "Kami terus mendorong dan membantu para mitra binaan agar bisa menembus pasar ekspor. Berbagai upaya seperti pelatihan dan pembinaan juga telah dilakukan PT Timah Tbk," ujar Yennita.

Ia berharap dengan didaftarkannya berbagai produk UMKM Babel seperti kerajinan, makanan, fashion, aksesoris, batik, dan ecoprint di Pasar Digital BUMN ini menjadi sebuah langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Dengan keberadaan kami, kami terus berkomitmen untuk memberikan manfaat untuk masyarakat yang seluas - luasnya khususnya di wilayah operasi perusahaan," kata dia.

Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Ridwan Djamaluddin mengapresiasi PT Timah Tbk dalam meningkatkan pemasaran produk UMKM di pasar digital. "Langkah ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dan efektif mempromosikan produk UMKM ke pasar nasional dan internasional," kata Ridwan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement