Rabu 25 Jan 2023 09:32 WIB

Harga Emas Dunia Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Harga emas menguat karena Bank Sentral Eropa masih akan menaikkan suku bunga.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Bank Sentral Eropa (ECB). Harga emas menguat karena Bank Sentral Eropa masih akan menaikkan suku bunga.
Foto: vb.com
Bank Sentral Eropa (ECB). Harga emas menguat karena Bank Sentral Eropa masih akan menaikkan suku bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas dunia diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (25/1/2023). Emas dunia hari ini diperkirakan bergerak direntang 1,923.30 dolar AS per troy ons-1.952,36 dolar AS per troy ons.

Pada perdagangan kemarin, emas global ditutup naik pada level 1.937,40 dolar AS per troy ons. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga emas dunia bertengger di posisi 1.924,40 dolar AS per troy ons. 

Baca Juga

"Harga emas menguat karena mendapat dukungan dari komentar pejabat Bank Sentral Eropa terkait kepastian mengenai suku bunga tambahan di Eropa," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Rabu (25/1/2023). 

Kenaikan harga emas ditopang oleh komentar dari anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Klaas Knot dan Peter Kazimir. Keduanya menganjurkan dua kenaikan sebesar 50 bps pada pertemuan pada Februari dan Maret. ECB akan terus menaikkan suku bunga dengan cepat untuk memperlambat inflasi yang masih terlalu tinggi. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, sebagian besar mengulangi pedoman kebijakan bank terbaru.

Emas juga didukung oleh meredanya kekhawatiran resesi di tengah penurunan harga gas alam. Meski demikian, pasar masih menunggu lebih banyak data minggu ini untuk mengukur potensi resesi di AS pada 2023.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement