Selasa 24 Jan 2023 08:42 WIB

Emas Naik Ditopang Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Segera Berhenti

Emas tetap berada di level tertinggi sejak April 2022.

Emas batangan (ilustrasi). Harga emas terdongkrak pada akhir perdagangan Senin (23/1/2023) atau Selasa (24/1/2023) pagi WIB, mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Emas batangan (ilustrasi). Harga emas terdongkrak pada akhir perdagangan Senin (23/1/2023) atau Selasa (24/1/2023) pagi WIB, mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas terdongkrak pada akhir perdagangan Senin (23/1/2023) atau Selasa (24/1/2023) pagi WIB, mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Kenaikan harga emas ditopang ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan segera berhenti menaikkan suku bunganya, meski penguatan dolar membatasi keuntungan lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, sedikit menguat 0,40 dolar AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 1.928,60 dolar AS per ons, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.936,70 dolar AS dan terendah di 1.912,50 dolar AS. Emas berjangka terdongkrak 4,30 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.928,20 dolar AS pada Jumat (20/1/2023), setelah terangkat 16,90 dolar AS atau 0,89 persen menjadi 1.923,90 dolar AS pada Kamis (19/1/2023), dan jatuh 2,90 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.907,00 dolar AS pada Rabu (18/1/2023).

Baca Juga

Volume perdagangan di pasar logam mulia juga relatif lebih kecil di awal pekan ini, di tengah libur pasar di beberapa negara Asia, terutama China, untuk Tahun Baru Imlek. Pasar China akan ditutup untuk sisa pekan ini.

Emas tetap berada di level tertinggi sejak April 2022. Pasar memperkirakan, meskipun The Federal Reserve terus menaikkan suku bunganya dengan kecepatan yang melambat, bank sentral akan segera menghentikan kenaikan suku bunga karena tekanan inflasi terus berkurang.

Fokus pekan ini tepat pada data PDB kuartal keempat AS, yang akan dirilis pada Kamis (26/1/2023). Pertumbuhan diperkirakan melambat pada kuartal keempat dari kuartal ketiga, karena dampak kebijakan moneter yang lebih ketat mulai dirasakan oleh perekonomian.

Sementara itu, Indeks Utama Ekonomi AS dari The Conference Board yang dirilis pada Senin (23/1/2023) mencatat penurunan 1,0 persen menjadi 110,5 pada Desember, menyusul penurunan 1,1 persen pada November, memberikan dukungan terhadap emas. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 38,1 sen atau 1,59 persen, menjadi menetap di 23,554 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman April meningkat 8,50 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.056,30 dolar per ons.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement