Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Laznas BMH Bersama Baznas RI Gelar Seminar Zakat Solusi Resesi

Selasa 24 Jan 2023 08:09 WIB

Red: Agung Sasongko

Laznas BMH Bersama Baznas menggekar seminar nasional dengan tema

Laznas BMH Bersama Baznas menggekar seminar nasional dengan tema "Zakat Solusi Resesi". Seminar nasional itu diadakan di Aula Abdullah Said STIE Hidayatullah Depok, Senin (23/1/2023).

Foto: Dok BMH
Zakat harus dikelola dengan baik dan progresif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laznas BMH  merespons  isu resesi yang belakangan ramai jadi perbincangan publik dengan membuat forum sharing berupa seminar nasional 2023 dengan tema "Zakat Solusi Resesi". Seminar nasional itu diadakan  di Aula Abdullah Said STIE Hidayatullah Depok, Senin  (23/1/2023).

Hadir sebagai narasumber Deputi I Bidang Pengumpulan Zakat Baznas RI, Muhammad Arifin Purwakananta dan Ketua Pengurus BMH Pusat, Firman Zainal Abidin.

Baca Juga

"Sebagai seorang Muslim, kita harus memiliki keyakinan bahwa zakat ini adalah solusi bagi (problematika) umat Islam. Tidak ada solusi yang lain, sepanjang umat Islam sadar, komitmen dan menjalankan ibadah zakat ini dengan baik," jelas Firman mengawali uraiannya.

Sementara itu M. Arifin Purwakananta menegaskan bahwa resesi memang akan memukul ekonomi dunia, tapi Indonesia sepertinya akan selamat.

"Kalau bicara resesi, pemerintah juga telah membahasnya dalam dua bulan terakhir. Secara umum, resesi adalah masalah ekonomi bangsa, bahkan masalah ekonomi dunia. Dunia ini akan ada penurunan dari pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia akan terdampak, tapi tidak banyak, bahkan mungkin tidak kena resesi," ungkapnya.

"Problem mendasar kita adalah terbelenggu oleh kemiskinan. Ada orang kaya banget, ada orang sampai makan siang saja tidak tahu akan makan apa. Kenapa, karena kita memilih sistem ekonomi yang salah. Karena kita tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah dalam kehidupan," sambungnya.

Hal itu yang memicu banyak orang tidak bisa lepas dari karakter buruk, yakni keserakahan. "Orang ingin kaya tanpa kerja, ingin dapat passive income dan sebagainya. Tetapi itu pula yang membuat orang menindas orang lain demi kekayaan," tegasnya.

Oleh karena itu zakat harus dikelola dengan baik dan progresif. "(Tugas) lembaga zakat sekarang bukan sekedar mengumpulkan dana, zakat dikumpulkan jadi fiskal kemudian disalurkan, bukan dan itu dipakai untuk membiayai pemberdayaan. Bukan itu saja. Kalau seperti itu, maka aktivitas zakat terpeleset dia. Jadi harus ada kemampuan mengubah konsepsi ekonomi ribawi ke ekonomi zakat," tegasnya.

Jadi, kata Arifin, zakat akan menjadi solusi bagi resesi dan kemiskinan umat mana kala paradigma ekonomi yang dibangun tidak lagi ribawi. “Tetapi bagaimana ekonomi zakat, ajaran zakat, bahkan syariah zakat menjadi kesadaran umat, sehingga masyarakat dapat menyuburkan aktivitas kebaikan seperti zakat, infak dan sedekah, yang itu pada akhirnya dapat  menghancurkan ekonomi ribawi,” ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA