Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Negara Arab Kecam Pembakaran Alquran oleh Ekstremis di Swedia

Selasa 24 Jan 2023 05:53 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Seorang demonstran wanita memegang Alquran saat melakukan protes di depan Konsulat Jenderal Swedia, di Istanbul, Turki, 22 Januari 2023. Demonstran berkumpul setelah politikus sayap kanan Swedia-Denmark Rasmus Paludan diizinkan menggelar demonstrasi dan membakar salinan Alquran di depan kedutaan Turki di Stockholm pada 21 Januari 2023.

Seorang demonstran wanita memegang Alquran saat melakukan protes di depan Konsulat Jenderal Swedia, di Istanbul, Turki, 22 Januari 2023. Demonstran berkumpul setelah politikus sayap kanan Swedia-Denmark Rasmus Paludan diizinkan menggelar demonstrasi dan membakar salinan Alquran di depan kedutaan Turki di Stockholm pada 21 Januari 2023.

Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Parlemen Arab mengecam keras pembakaran salinan Alquran di Swedia.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH — Parlemen Arab mengecam keras pembakaran salinan Alquran oleh seorang ekstremis di ibu kota Swedia, Stockholm. Kerajaan menekankan penolakan total terhadap tindakan tercela tersebut. 

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini, Parlemen Arab meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengkriminalisasi tindakan yang tidak dapat diterima ini, yang mengobarkan perasaan kebencian dan kekerasan serta menggoyahkan keamanan dan stabilitas. 

Baca Juga

Dilansir dari Saudi Press Agency, Ahad (22/1/2023), Parlemen Arab menyerukan pemberlakuan hukum internasional yang mengkriminalisasi penghinaan terhadap kesucian agama, menegaskan perlunya menyebarkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Yordania dan kesultanan Oman yang mengutuk keras pembakaran Alquran oleh ekstremis Swedia. Menurut mereka, tindakan ini dapat memicu kebencian dan kekerasan serta mengancam hidup berdampingan secara damai. 

Kementerian Yordania menekankan bahwa menyebarkan dan mempromosikan budaya perdamaian dan penerimaan satu sama lain, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai bersama untuk saling menghormati, memperkaya nilai-nilai harmoni dan toleransi, serta menolak ekstremisme, intoleransi, dan hasutan untuk kebencian, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimiliki setiap orang. melekat. 

Sedangkan Kesultanan Oman dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Oman menekankan perlunya upaya internasional untuk mengonsolidasikan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi serta mengkriminalisasi semua tindakan, yang mempromosikan ideologi kebencian dan menyinggung agama dan keyakinan. 

Sumber:

https://www.spa.gov.sa/viewfullstory.php?lang=en&newsid=2419492#2419492

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA