Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Turis-Turis China Diizinkan Lagi Melancong, Indonesia Menyambut

Senin 23 Jan 2023 07:18 WIB

Red: Andri Saubani

Wisatawan mancanegara asal China tiba di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad (22/1/2023). Sebanyak 210 orang penumpang asal Shenzhen, China tiba di Pulau Dewata dengan menumpang penerbangan carter maskapai Lion Air JT2648 yang menjadi penerbangan perdana dari China ke Bali sejak Pemerintah China mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri.

Wisatawan mancanegara asal China tiba di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad (22/1/2023). Sebanyak 210 orang penumpang asal Shenzhen, China tiba di Pulau Dewata dengan menumpang penerbangan carter maskapai Lion Air JT2648 yang menjadi penerbangan perdana dari China ke Bali sejak Pemerintah China mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri.

Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Pemerintah China mengizinkan lagi warganya berwisata ke luar negeri sejak 8 Januari.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Rizky Jaramaya, Reuters

Sebanyak 210 penumpang pesawat asal China dengan penerbangan carter maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT2648 tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Ahad (22/1/2023). Penerbangan carter tersebut menjadi penerbangan perdana dari China ke Bali setelah Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri sejak 8 Januari lalu.

Baca Juga

"Jadi ini yang pertama secara secara resmi. Ini merupakan momentum yang baik untuk mengembalikan turis Tiongkok ke Bali," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Made Ayu Marthini, Ahad.

Setibanya di Terminal Internasional Bandara Bali, 210 wisatawan yang berangkat dari Shenzhen, China, itu langsung disambut dengan pengalungan bunga, tarian tradisional Bali, serta kesenian Barongsai. Ni Made Ayu Marthini mengatakan, pihaknya berharap setelah kedatangan penerbangan perdana itu akan ada lebih banyak lagi turis-turis dari China yang tiba di Pulau Dewata.

"Target yang ditetapkan pemerintah 255.300 orang wisatawan Tiongkok. Itu target, tapi kami berharap dan berupaya untuk melampaui target tersebut bahkan kalau bisa seperti tahun 2019," kata dia.

Ni Made Ayu menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, Pemerintah China mulai 6 Februari mendatang juga akan mulai melepas grup-grup wisatawan ke sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia.

"Mereka juga sudah menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang dituju. Dan seluruh penerbangan yang duludapat izin itu juga dapat dibuka juga. Jadi saya rasa setelah Imlek ini akan lebih banyak lagi pesawat yang akan datang secara langsung ke Bali," tambah Ni Made Ayu.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, kembali hadirnya wisatawan dari China itu diyakini akan membangkitkan kembali pariwisata Bali. "Kami berharap pariwisata bangkit kembali seperti situasi normal yaitu 6,3 juta orang wisatawan setahun. Kami berharap paling tidak tahun ini 4,5 juta," kata Gubernur Koster saat menyambut para wisatawan.

Konsul Jenderal (Konjen) China di Denpasar, Zhu Xinglong menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 tercatat ada sekitar 1,3 juta warga China berwisata ke Bali pada 2019 yang lalu. Menurutnya, setelah penerbangan perdana ini, dalam waktu dekat juga akan ada sejumlah penerbangan langsung dari China yang tiba di Bali.

"Kami juga akan mendorong kota-kota di Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai membuat lebih banyak penerbangan langsung ke Bali. Dan pada bulan Februari nanti akan lebih banyak pesawat asal Tiongkok ke Bali," kata Zhu Xinglong.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA