Jumat 20 Jan 2023 13:48 WIB

KNRP Salurkan Bantuan Musim Dingin Masyarakat Indonesia Tahap Kedua untuk Gaza

Bantuan pertama dari masyarakat Indonesia telah didistribusikan pada 2 Januari lalu

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Bendera Palestina
Foto: AP/Ariel Schalit
Bendera Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) melanjutkan proses penyaluran bantuan musim dingin dari masyarakat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina. Bantuan paket musim dingin berupa pakaian hangat serta selimut ini merupakan lanjutan dari bantuan pertama yang telah didistribusikan pada tanggal 2 Januari yang lalu.

Menurut Ketua KNRP Soeripto, bantuan tersebut langsung disalurkan tim KNRP ke rumah-rumah pengungsian pada Senin (9/1/2023). Dia menuturkan, kondisi pengungsian itu saat ini jauh dari kata layak sehingga banyak yang masih perlu dibantu dan dibenahi agar masyarakat bisa tinggal dengan nyaman.

“Kondisi isolasi jalur Gaza oleh Israel telah membuat masyarakat Palestina semakin menderita. Indonesia dalam hal ini harus berperan aktif baik secara diplomasi maupun sosial untuk membantu warga di sana. Sebagai entitas kemanusiaan, KNRP rutin mengkonsolidasi bantuan dari masyarakat Indonesia dan menyalurkan ke sana,” ujarnya.

Soeripto juga menilai, PBB harus memperhatikan secara serius konflik ini agar tidak terus mengakibatkan korban lebih banyak lagi. Selain itu, akibat agresi ini, makin bertambah jumlah anak-anak yatim, meningkatnya angka pengangguran akibat blokade, hidup di tenda-tenda karena rumah mereka dibombardir jet tempur Israel .

Apalagi dalam setiap perang, katanya, Israel selalu menyasar anak-anak. Sepertiga korban yang tewas akibat serangan militer penjajah itu berumur 4 hingga 17 tahun.

"Selain itu juga ada wanita dan orang tua. Ini sangat menyedihkan bagi warga Palestina di sana karena banyak anak-anak yang menjadi yatim piatu, dan orang tua kehilangan generasinya. Apalagi PBB seolah terlihat pasif terhadap konflik Palestina ini," ujarnya.

Dia mengatakan, hampir tiap tahun Gaza selalu diserang secara agresif oleh Israel. Tahun 2021 di bulan Mei pun Israel telah memborbardir Gaza dengan korban lebih dari 287 jiwa yang meninggal, 8900 mengalami luka-luka di mana 67 di antaranya adalah anak-anak, 40 wanita dan 17 lansia. Lalu tahun 2022 kembali melakukan serangan.

"Sebagai sebuah negara merdeka, Indonesia tidak boleh pasif melihat kejahatan atas kemanusian ini,” tegasnya.

Selain blokade Gaza, kejahatan Israel juga terjadi melalui penistaan masjid suci Al Aqsa, Palestina, oleh penduduk illegal Yahudi sampai saat ini masih terus berlangsung. Aksi tersebut pun mendapat perlindungan dari otoritas Israel selama hari-hari libur panjang Yahudi di bulan-bulan tertentu seperti September. Izin untuk menyerbu masjid suci umat Islam tersebut merupakan hasil dari rapat keamanan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Yair Lapid beberapa waktu yang lalu. Larangan untuk menyerbu masjid tidak ada dalam agenda pertemuan.

“Ini sangat menyakitkan hati umat Islam di seluruh dunia. Besar kemungkinan mereka akan melakukan hal yang sama di tahun 2023 ini. Karena itu, dunia internasional perlu bersatu untuk menekan Israel. Bagaimana mungkin lembaga dunia bisa didikte oleh sebuah negara yang penduduknya bahkan tidak lebih besar dari pada provinsi Jawa Barat," ujarnya.

KNRP menurutnya, selama ini telah memobilisasi bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban ekonomi para pengungsi Palestina di wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, serta kamp pengungsian di Lebanon, Yordania dan Turki Selatan. Tahun 2022 yang lalu, total bantuan masyarakat Indonesia yang dititipkan kepada KNRP telah disalurkan kepada lebih dari 30.000 keluarga di kamp-kamp pengungsian tersebut, termasuk juga di Gaza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement