Sabtu 14 Jan 2023 22:02 WIB

PVMBG Catat 177 Erupsi Gunung Marapi dalam Sepekan

Erupsi terbesar Gunung Marapi terjadi setinggi 1.000 meter.

Erupsi Gunung Marapi, Sumatra Barat.
Foto: Dokumentasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos P
Erupsi Gunung Marapi, Sumatra Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 177 erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat dalam sepekan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Ahmad Rifandi, di Bukittinggi, Sabtu (14/1/2023), menyebutkan erupsi terbanyak terjadi pada Senin lalu dengan 35 kali letusan. "Dalam sepekan sejak pertama kali erupsi di 2023 ini pada Sabtu lalu, sudah tercatat 177 letusan dengan tinggi bervariasi, erupsi terbesar terjadi pada Kamis, setinggi 1.000 meter," kata Ahmad.

Ia mengatakan, intensitas erupsi cenderung meningkat dengan beberapa pengamatan visual tinggi letusan terhalang kabut. "Salah satu kamera pengintai letusan di puncak terkena dampak letusan berupa debu vulkanik, jadi sementara tidak terlihat jelas pengamatan secara visual dari sekitar kawah," kata dia.

Baca Juga

Ia mengatakan, hingga hari ini, Sabtu (14/01) pukul 12.00 terjadi 14 letusan dengan tinggi kolom asap antara 300-600 meter dari puncak. Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu hingga kini masih menyemburkan erupsi dengan arah letusan berubah setiap waktu.

"Untuk hari ini, arah angin cenderung membawa abu ke arah timur dan tenggara," kata Ahmad Rifandi.

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II Waspada dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius 3 kilometer dari puncak. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya aktivitas erupsi pada Sabtu (7/1) pukul 06.11 WIB berupa lontaran kolom abu setinggi 300 meter di Gunung Marapi, Provinsi Sumatera Barat.

"Terjadi erupsi eksplosif pada 7 Januari 2023, pukul 06.11 WIB dengan tinggi kolom abu 300 meter di atas puncak," kata Koordinator Gunung Api PVMBG Oktory Prambada

Oktory Prambada menjelaskan, ancaman bahaya untuk saat ini berupa erupsi abu disertai lontaran material atau pasir yang berpotensi melanda wilayah dengan radius tiga kilometer dari pusat erupsi Kawah Verbeek. Dia mengatakan bahwa erupsi ini diawali oleh peningkatan gempa vulkanik dalam pada tanggal 25 Desember 2022 yang terekam sebanyak 13 kali dan terjadinya inflasi pada data tiltmeter stasiun puncak.

Berdasarkan data kegempaan dari PVMBG sejak tanggal 26 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023 terekam 11 kali gempa hembusan, 9 kali gempa tornillo, 3 kali gempa vulkanik dangkal, 10 kali gempa vulkanik dalam, dan 30 kali gempa tektonik lokal. Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 7 Januari 2023 pukul 08.00 WIB diketahui tingkat aktivitas Gunung Marapi masih tetap pada level II atau waspada.

Sementara itu, rekomendasi pada tingkat aktivitas level ll tersebut, menurut PVMBG adalah masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas mendekati Gunung Marapi pada radius tiga kilometer dari kawah atau puncak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement