Kamis 12 Jan 2023 20:17 WIB

Anak Kegemukan, Bagaimana Cara Turunkan Berat Badannya tanpa Bantuan Suster Seperti Amora?

Anak perlu pendampingan dalam mengelola berat badannya.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Krisdayanti (kanan) dan putrinya Amora Lemos. Berdasarkan kemauannya sendiri, Amora menurunkan berusaha berat badannya dengan menjalani diet sehat.
Foto: Dok Krisdayanti/Instagram
Krisdayanti (kanan) dan putrinya Amora Lemos. Berdasarkan kemauannya sendiri, Amora menurunkan berusaha berat badannya dengan menjalani diet sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Merasa kegemukan, Amora Lemos, putri dari figur publik Krisdayanti memutuskan untuk menjalani program diet hingga berhasil turun 10 kilogram dalam tiga bulan. Kesuksesan program diet putri ketiga Krisdayanti itu tidak terlepas dari pendampingan suster khusus.

Kelebihan berat badan anak pada anak masih menjadi perhatian yang termasuk dalam triple burden. Menurut Penelitian SEANUTS II, hampir 15 persen anak usia tujuh hingga 12 tahun memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca Juga

Pemenuhan gizi berkualitas untuk mencegah malanutrisi, erat kaitannya dengan sejumlah faktor, seperti kebersihan dan lingkungan serta peran perempuan, khususnya ibu, kian signifikan. Nah bagaimana cara membantu mengelola berat badan anak bagi orang tua yang tidak punya suster khusus seperti Amora?

Berikut tips dari dokter spesialis gizi dan nutrisi Inge Permadhi saat dihubungi Republika.co.id.

1. Perbaiki asupan nutrisi

Ibu perlu belajar memasak makanan sehat di rumah. Jangan terlalu sering membeli makanan dari luar.

Jika anak suka makanan yang manis-manis, ibu bisa memberikan buah dengan rasa yang manis ataupun dibuatkan olahan makanan berbahan dasar buah.

Anak-anak bisa dilatih untuk menyukai sayur dengan menambahkan sayuran sebagai campuran makanan sehingga lebih menyenangkan. Anak tidak perlu disuruh berpuasa untuk mengelola berat badannya.

Hal yang penting adalah bisa mengurangi atau mengganti dengan yang lebih sehat namun tetap menyenangkan. Penggantinya bisa dengan asupan lain yang anak suka tapi tidak tinggi kalori.

Misalnya, anak biasa menghabiskan satu piring nasi ditambah dengan macam macam kue dan es krim. Langkah koreksi dietnya ialah porsi nasinya bisa tetap satu piring, namun tambahan kue dan es krim tidak perlu diberikan.

"Kasian kalau anak dipaksa (diet). Jadi perlu tetap menikmati makanan enak dan segar. Oang berdiet menurunkan 10-30 kilogram kalau tidak menikmati jadi sengsara. Tapi nggak ada puasa atau intermiten, nggak dikasih makan, nggak begitu," kata Inge.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement