Selasa 10 Jan 2023 15:33 WIB

Mirae Asset akan Perkuat Literasi Pasar Modal ke Pesantren

PT Mirae Asset Sekuritas memastikan akan memperkuat literasi pasar modal.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Mirae Asset Sekuritas. PT Mirae Asset Sekuritas memastikan akan memperkuat literasi pasar modal ke sentra pendidikan Islam.
Foto: Mirae Asset Sekuritas
Mirae Asset Sekuritas. PT Mirae Asset Sekuritas memastikan akan memperkuat literasi pasar modal ke sentra pendidikan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mirae Asset Sekuritas memastikan akan memperkuat literasi pasar modal ke sentra pendidikan Islam. Head of Retail Business Mirae Asset Sekuritas Tomi Taufan menuturkan, saat ini upaya tersebut sudah dilakukan. 

"Untuk literasi dan edukasi kita akan masuk secara bertahap, misalnya ke pesantren atau sentra pendidikan Islam tapi kalau untuk pengembangan bisnisnya belum untuk saat ini," kata Tomi dalam dalam Media Day Mirae Asset Sekuritas, Selasa (10/1/2023). 

Baca Juga

Tomi mengatakan, selama ini Mirae Asset Sekuritas sudah mencoba memperkuat literasi tersebut ke perguruan tinggi Islam negeri (PTIN), serta kampus-kampus di Jawa Timur.

"Untuk program literasi pasar modal secara online mungkin nanti kita coba bisa masukkan tapi kalau untuk pengembangan di bisnis syariah belum di tahun ini," tutur Tomi. 

Jika ingin masuk ke pasar syariah, Tomi memastikan Mirae Asset Sekuritas harus menyiapkan secara menyeluruh. Tomi mengatakan saat ini masih cukup terbatas untuk mengembangkan bisnis di sektor syariah. 

"Kami coba tes beberapa teman untuk bicara isu syariah dan saham syariah memang untuk fikih tebal sekali. Teman-teman kita masih sifatnya umum. Kalau mau masuk ke pasar syariah kita harus full team dulu. Kalau untuk literasi dan edukasi kita akan masuk bertahap," ungkap Tomi. 

Meskipun begitu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan dapat meningkatkan kualitas galeri investasi yang sudah dikelola di kampus-kampus hingga bertransformasi menjadi Mirae Asset Academy dan dapat meningkatkan literasi pasar modal. Tomi mengatakan, perusahaan juga berencana menjalin kerja sama baru dengan lebih dari lima galeri investasi di kampus-kampus pada 2023 sehingga dapat menambah jumlah galeri investasi yang dikelola perusahaan.

Saat ini, Mirae Asset mengelola 13 Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang 10 di antaranya berada di kampus-kampus. “Kami berniat meningkatkan lagi penetrasi ke kampus-kampus. Selain membuka Galeri Investasi baru, kami juga berniat memperdalam penetrasi dengan meningkatkan kualitas GI yang sudah kami kelola menjadi Mirae Asset Academy,” ujar Tomi.

Pada tahun ini, program Mirae Asset Academy tidak hanya menyasar edukasi saja tetapi juga kerja sama penuh dengan pihak kampus. Kegiatan bersama Mirae Asset dengan kampus dapat berupa program lab investasi seperti penyusulan silabus mata kuliah, kompetisi antar kampus, beasiswa, sertifikasi, dan program magang.

Untuk GI, secara okupansi ada 10 galeri di kampus. Sebanyak 10 kampus tersebut yakni STIA LAN, Universitas Budi Luhur, STIE Trisakti Grogol, STIE Trisakti Bekasi, Universitas Kristen Indonesia, Sampoerna University, STIE YKPN Yogyakarta, STIE AMA Salatiga, STIE Kesuma Negara Blitar, dan STEI Permata Bojonegoro.

“Ke depannya, kami berniat lebih banyak bekerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia tengah dan timur, seiring dengan perkembangan pasar modal," ungkap Tomi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement