Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Sejarah Hari Ini: Vietnam Paksa Khmer Merah Mundur

Ahad 08 Jan 2023 17:35 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Ladang Pembantaian Khmer Merah: Sejumlah wisatawan melihat tengkorak korban pembantaian rezim komunis Khmer Merah di Monumen Choeung Ek atau ladang pembantaian, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019).

Ladang Pembantaian Khmer Merah: Sejumlah wisatawan melihat tengkorak korban pembantaian rezim komunis Khmer Merah di Monumen Choeung Ek atau ladang pembantaian, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Ratusan tentara Khmer Merah melarikan diri dari Kamboja setelah kalah

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Pada 8 Januari 1979, ratusan tentara Khmer Merah atau Khmer Rouge melarikan diri dari Kamboja setelah kalah oleh pasukan pemberontakan pimpinan Vietnam. Pemimpin Khmer Merah Pol Pot serta banyak prajuritnya terpaksa mundur ke pedesaan setelah Phnom Penh kala itu direbut.

Seperti dilansir laman BBC History, Ahad (8/1/2023) kekalahan tersebut menandakan akhir dari empat tahun dominasi brutal oleh para gerilyawan di pemerintahan gerakan militer Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot. Tentara yang kalah kemudian melintasi perbatasan ke Thailand dan mereka dibawa ke penjara sebagai imigran ilegal.

Otoritas Thailand mengatakan, para prajurit itu tidak akan dikembalikan secara paksa ke Kamboja. Ribuan orang lainnya dilaporkan mencari perlindungan di daerah kantong Kamboja Barat Laut. Sebuah sumber intelijen mengatakan ada bukti tentang pertahanan terorganisasi antara ibu kota Kamboja dan perbatasan Thailand.

Phnom Penh dikabarkan direbut hampir tanpa tembakan saat itu. Telah dikemukakan bahwa Khmer Merah memutuskan untuk menarik diri dari posisi di sekitar ibu kota ketika menyadari bahwa mereka hanya akan memiliki sedikit peluang untuk mengalahkan oposisi bersenjata yang lebih unggul.

Mundurnya para prajurit merupakan pukulan serius bagi Khmer Merah yang telah merebut Phnom Penh sendiri empat tahun sebelumnya. Pemerintahan militer itu mulai menyiksa dan membunuh lawan-lawannya sejak pertama kali memerintah.

Invasi Vietnam terjadi setelah perang perbatasan sengit selama setahun antara Vietnam dan Kamboja. Vietnam melancarkan serangannya pada Hari Natal 1978 dengan bantuan pemberontak pro-Vietnam di Kamboja yang berkumpul beberapa minggu sebelumnya di bawah panji Front Keselamatan Nasional. Kejatuhan Phnom Penh dianggap oleh para analis sebagai hal penting bagi keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara. Rusia dengan tegas mendukung Vietnam, sementara Cina mendukung Kamboja.

Pemerintahan Khmer Merah sendiri dimulai pada 1975 setelah pengeboman Amerika di Kamboja yang telah meningkatkan dukungan rakyat awal gerilyawan. Selama empat tahun berikutnya Pemimpin Pol Pot mengawasi kematian sekitar 1,7 juta orang, dengan eksekusi, kerja paksa, dan kelaparan.

Pada 1979, Pol Pot dan Khmer Merah dipaksa turun dari kekuasaan oleh serangan Vietnam. Pol Pot secara resmi mengundurkan diri dari kepemimpinan pada 1985, meski tampaknya masih memiliki pengaruh yang cukup besar.

Pol Pot dihukum karena pengkhianatan oleh "pengadilan rakyat" pada 1997, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia meninggal pada April 1998.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA