Kamis 05 Jan 2023 14:34 WIB

PAN DIY: Amien Rais tak Otomatis Dongkrak Suara Partai Ummat

Menurut dia, pemilih PAN lebih ekspansif ketimbang Partai Ummat.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais (kanan) bersama Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi (kiri)
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais (kanan) bersama Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Ketua DPW PAN DIY, Arif Kurniawan, menilai sosok Amien Rais di Partai Ummat tak serta merta mendongkrak raihan suara Partai Ummat di Sleman pada Pemilu 2024 mendatang. Menurutnya hal tersebut dibuktikan dengan tidak memberi pengaruh signifikan terhadap suara PAN di Sleman saat Amien Rais masih berjaket PAN. 

"Saya kira (keberadaan Amien Rais-Red) tidak secara signifikan akan mendongkrak suara dari Partai Ummat, karena selama ini Pak Amien berada di Sleman toh kita bekerja bukan karena Pak Amien, Pak Amien di TPS-nya aja kemarin kan belum tentu PAN menang di situ," kata Arif saat ditemui Rabu (4/1/2023). 

Arif juga mengatakan keberhasilan PAN di pemilu sebelumnya bukan ditentukan karena ketokohan Amien Rais. Sebagai partai terbuka, menurutnya faktor mesin partai dan kerja keras calon anggota legislatif PAN dinilai berperan penting untuk mendulang suara.

"Artinya bukan faktor perpindahan Pak Amien ke Ummat , saya kira pandangan saya pribadi pasti ada pengaruhnya tapi kita tidak terlalu khawatir bahwa nanti pengaruh Pak Amien ini akan besar," ucapnya. 

Ia optimistis partainya akan memperoleh hasil maksimal di Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut mengingat ceruk pemilih PAN lebih ekspansif ketimbang Partai Ummat yang hanya menyasar pemilih Muslim. 

"Kalau Partai Ummat kan identifikasi ideologinya partai Islam, sehingga mungkin gerusan Partai Ummat itu akan lebih banyak menggerus partai-partai yang bernafas Islam," ujarnya. 

Ia menambahkan, partainya tengah fokus menargetkan kemenangan di Sleman. Sehingga menurutnya yang menjadi lawan PAN saat ini bukanlah Partai Ummat, tetapi partai-partai besar seperti PDIP.

"Kita akan bicara bagaimana target kita ke depan. Kita tidak melihat belakang  bagaimana PAN bisa besar di Sleman. Kalau boleh kami mengindentifikasi tidak Partai Ummat, justru lawan kita partai-partai besar seperti PDIP. Itu menjadi lawan kita bagaimana kita bisa head to head dengan PDIP bukan dengan Partai Ummat," ungkapnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement