Rabu 04 Jan 2023 20:08 WIB

Ekonom: Penurunan Harga BBM Nonsubsidi tak Pengaruhi Proyeksi Ekonomi 2023

Penurunan harga ini tidak menjamin tidak ada gejolak harga BBM sepanjang 2023.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
Petugas mengganti papan harga BBM di salah satu SPBU di kawasan Senen, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Pemerintah resmi mengumumkan penurunan harga BBM jenis Pertamax dari Rp 13.900 per liter menjadi Rp 12.800 per liter, Pertamax Turbo dari Rp 15.200 per liter menjadi Rp 14.050 per liter, Dexlite dari Rp 18.300 per liter menjadi Rp 16.150 per liter dan Pertamina Dex dari Rp 18.800 per liter menjadi Rp 16.750 per liter yang mulai berlaku per 3 Januari 2023 pukul 14.00 WIB. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas mengganti papan harga BBM di salah satu SPBU di kawasan Senen, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Pemerintah resmi mengumumkan penurunan harga BBM jenis Pertamax dari Rp 13.900 per liter menjadi Rp 12.800 per liter, Pertamax Turbo dari Rp 15.200 per liter menjadi Rp 14.050 per liter, Dexlite dari Rp 18.300 per liter menjadi Rp 16.150 per liter dan Pertamina Dex dari Rp 18.800 per liter menjadi Rp 16.750 per liter yang mulai berlaku per 3 Januari 2023 pukul 14.00 WIB. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan itu berlaku mulai Januari 2023.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai, penurunan BBM tersebut belum memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. "Penurunan harga BBM saat ini kan belum jadi jaminan sepanjang 2023 tidak ada gejolak harga BBM," ujarnya kepada Republika.co.id, Rabu (4/1/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan, turunnya harga BBM itu belum mengubah proyeksi perekonomian 2023. Sebelumnya Piter juga mengatakan, tahun ini inflasi akan tetap tinggi. 

Faktor utama yang harus diwaspadai, kata dia, yaitu energi dan pangan. "Sementara pasokan global masih terganggu oleh gejolak geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina. Hanya saja saya perkirakan inflasi tidak akan lebih tinggi dibandingkan inflasi 2022," tuturnya.

Seperti diketahui, mulai Januari 2023 harga Pertamax turun menjadi Rp 12.800 per liter. Sebelumnya Rp 13.900 per liter.

Begitu pula untuk jenis Pertamax Turbo. Semula per liternya seharga Rp 15.200, kini Rp 14.050 per liter.

Produk lainnya yang mengalami penurunan harga yaitu Dexlite yang dibanderol Rp 16.150, sebelumnya Rp 18.300 per liter. Harga Pertamina Dex juga dipangkas dari Rp 18.800 menjadi Rp 16.750 per liter. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement