Ahad 01 Jan 2023 22:40 WIB

Ibnu Majid, Sejak Kecil Lautan Menjadi Bagian dari Hidupnya

Dunia maritim bukanlah hal yang aneh bagi Ibnu Majid.

Lautan (ilustrasi)
Foto: bachelortrade.com
Lautan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Ibnu Majid yang terlahir di Julphar, sekarang dikenal Ras Al Khaimah, yang berada di salah satu dari tujuh kota Uni Emirat Arab  pada 1421 M itu juga dikenal sebagai ahli pembuat peta atau kartografer. 

Muhammad Razi dalam karyanya bertajuk 50 Ilmuwan Muslim Populer mengungkapkan,  masa hidup Ibnu Majid pada akhir abad ke-15 M, bertepatan dengan upaya penjelajah Eropa  mencari jalur baru ke Asia.

Baca Juga

Sejarah mencatat Ibnu Majid  sebagai seorang pelaut, navigator dan pembuat peta yang sangat masyhur. Tak cuma itu, ia pun berhasil menuliskan sebuah buku yang sangat diakui dan dikagumi. Pada saat hidupnya, Ibnu Majid pun telah mampu membuat kompas.

Dunia maritim bukanlah hal yang aneh bagi Ibnu Majid. Sejak kecil lautan telah menjadi bagian hidupnya, karena ia memang tumbuh dari keluarga pelaut. Tak aneh bila pada usia 17 tahun, Ibnu Majid sudah sangat jago mengemudikan kapal laut.

"Keluarga Ahmad Ibnu Majid berasal dari Najd di Semenanjung Arabi. Darah pelaut mengalir ditubuhnya. Hal ini karena kakek dan ayahnya juga merupakan seorang pelaut. Ayahnya bahkan pernah menulis buku tentang navigasi di lautan sekitar Hijaz," tutur Muhammad Razi.

Lantaran terbiasa mengikuti pelayaran di Laut Merah bersama ayahnya, sang navigator bersama teman-temannya juga memiliki ide melakukan perlayaran di sejumlah daerah.  Berbekal keberanian dan tekad baja, ia bersama  sekelompok pelaut  melakukan penjelajahan yang lebih luas. Ibnu Majid pun mengarungi  Samudera Hindia.

Penjelajahannya yang begitu lama di  Samudera Hindia membuat Ibnu Majid sangat memahami seluk beluk daerah itu. Malah, ia menulis sejumlah pandangannya yang sangat penting bagi dunia kelautan pada masa itu. Berkat keberaniannya menyusuri daerah baru yang jarang dikunjungi, Ibnu Majid pun kian dikenal. Setiap penjelajahannya didukung alat canggih seperti kompas yang dibuatnya sendiri, tentu saja kompas ini jauh lebih detail dari kompas modern.

"Dengan bantuan kompasnya, ia juga berhasil menjelajahi daerah pantai Benua Afrika, mulai dari Laut Merah ke arah selatan lalu ke Barat hingga Maroko dan Laut Tengah. Tak diragukan lagi, ilmu kelautan adalah sesuatu hal yang sangat dikuasai dan dipahaminya," papar Muhammad Razi.

Seringnya ia melakukan penjelajahan di berbagai daerah, tentu saja membuatnya memiliki banyak kenalan dan teman. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Vasco Da Gama, pelaut sal Purtugis itu.

Mungkin karena Vasco Da Gama sangat mengagumi kompas yang dibuatnya serta pengetahuan yang diakusainya, Ibnu Majid pun diajak Vasco da Gama untuk turut serta dalam ekspedisi pelayaran yang akan dipimpinnya.

Saat itulah, namanya semakin terkenal, tak hanya di dunia Muslim, tapi juga di dunia Barat. Pada saat membantu Vasco da Gama, ia  mengendalikan perjalanan laut dari benua Afrika ke India. 

"Untuk mencapai Afrika Timur, orang Portugis mencari informasi secara terus menerus (menyebrangi) Laut Arab sampai seorang pelaut berbakat bernama Ahmad Ibnu Majid ikut terlibat dalam pekerjaan mereka'," papar Qutb al-Din al-Nahrawali (1511-1582), dalam karyanya bertajuk al-Barq al-yamani fil-fath al-Uthmani, yang dipublikasikan tahun 1892.

sumber : republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement