Selasa 27 Dec 2022 17:47 WIB

Volume Sampah Diprediksi Meningkat, Walikota: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Banjir di Kota Bandung, kebanyakan disebabkan adanya sumbatan pada saluran pembuangan

Rep: dea alvi soraya/ Red: Hiru Muhammad
Pekerja berupaya mengangkat sampah yang menyumbat saluran air di kawasan Kolam Retensi Cisanggarung, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Selasa (20/12/2022). Kolam retensi yang dibangun di atas lahan sekitar 1,2 hektare ini berkapasitas 6.000 meter kubik air. Kolam ini diharapkan bisa berfungsi menahan air yang menjadi potensi banjir di wilayah Arcamanik dan sekitarnya.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Pekerja berupaya mengangkat sampah yang menyumbat saluran air di kawasan Kolam Retensi Cisanggarung, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Selasa (20/12/2022). Kolam retensi yang dibangun di atas lahan sekitar 1,2 hektare ini berkapasitas 6.000 meter kubik air. Kolam ini diharapkan bisa berfungsi menahan air yang menjadi potensi banjir di wilayah Arcamanik dan sekitarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG—Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Dudy Prayudi memprediksikan adanya peningkatan volume sampah, jika merujuk pada volume sampah yang terjadi pada peringatan malam tahun baru 2021 yang mencapai sekitar 50 ton. Oleh karenanya, DLHK telah melakukan langkah antisipasif dengan menyiapkan petugas tambahan, menambahkan armada dan tempat sampah di sejumlah titik keramaian. 

“Boleh jadi untuk tahun ini akan meningkat sehingga kita mengantisipasi dengan menyiapkan petugas, armada, dan beberapa titik-titik untuk tempat sampah,” kata Dudy saat ditemui di Kolam Retensi Ciraga Wetland Park di Kelurahan Cisurupan, Cibiru, Selasa (27/12/2022). 

Baca Juga

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta masyarakat untuk turut serta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, jika melihat kondisi titik-titik banjir di Kota Bandung, kebanyakan disebabkan adanya sumbatan pada saluran pembuangan.

“Faktanya banjir terjadi karena saluran mampet, banyak sampah. Makanya ayo kita sama-sama karena tidak bisa kalau diselesaikan sendiri,” kata Yana. 

Perlu diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menambah 12 unit truk compactor untuk pengangkutan sampah. Yana berharap nantinya pengangkutan sampah dapat lebih efektif dan tepat waktu. Dia juga berharap persoalan sampah di Kota Bandung dapat ditangani langsung dari akarnya, yakni sampah domestik dari rumah tangga.

Saat ini Kota Bandung memiliki sebanyak 83 armada pengangkut sampah, namun hanya 56 armada saja yang masih berfungsi baik. Jumlah ini masih sangat jauh jika dibandingkan jumlah armada yang dibutuhkan Kota Bandung. “Ini perlu ada peremajaan. Karena kebutuhan truk itu sekitar 237 kendaraan,” kata Dudy. 

Adapun 12 unit truk compactor, yang terdiri dari delapan armada dengan ukuran 12 kubik dan empat unit dengan kapasitas enam kubik, akan ditempatkan di wilayah Bojonegara, Cibeunying, Karees, Kordoba, Tegalega, dan Ubermanik. Ada juga yang disiapkan untuk pelayanan komersial dan kemitraan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement