Selasa 27 Dec 2022 11:37 WIB

XL Axiata Sewa 3.599 Km Jaringan Serat Optik Jalur Kereta

XL Axiata menyewa jaringan telekomunikasi milik Integrasi Jaringan Ekosistem.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Menara Base Transceiver Station (BTS). XL Axiata menyewa jaringan telekomunikasi milik Integrasi Jaringan Ekosistem sepanjang 3.599 kilometer dengan jangka waktu yang akan berlangsung selama 10 tahun sampai 2032.
Foto: Istimewa
Menara Base Transceiver Station (BTS). XL Axiata menyewa jaringan telekomunikasi milik Integrasi Jaringan Ekosistem sepanjang 3.599 kilometer dengan jangka waktu yang akan berlangsung selama 10 tahun sampai 2032.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--  PT Solusi Sinergi Digital Tbk berupaya memacu bisnis di tengah menggeliatnya aktivitas ekonomi digital di Indonesia. Perusahaan melalui entitas anak usahanya PT Integrasi Jaringan Ekosistem menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan Telekomunikasi atau Fiber Lease Agreement dengan XL Axiata.

CEO Surge Hermansjah Haryono mengatakan XL Axiata menyewa jaringan telekomunikasi milik Integrasi Jaringan Ekosistem sepanjang 3.599 kilometer dengan jangka waktu yang akan berlangsung selama 10 tahun sampai 2032. Emiten berkode WIFI ini berharap kerja sama yang terjalin bisa memberi efek positif terhadap laju bisnis di masa mendatang.

"Hal ini melengkapi portofolio klien perusahaan seperti internet service provider, data center, dan cloud provider," ujarnya dalam keterangan tulis, Selasa (27/12/2022).

Menurutnya kerja sama antara Solusi Sinergi Digital dan XL Axiata meningkatkan pendapatan perusahaan dari segmen bisnis core lease/dark fiber. Selama ini, perusahaan sudah bekerja sama dengan berbagai klien di antaranya internet service provider seperti My Republic, cloud provider seperti Huawei Cloud, data center seperti NTT Data Center, dan lainnya.

"Kami optimistis menjadi penyedia layanan backbone di jalur rel kereta api sehingga dapat mengakselerasi ekonomi digital di Indonesia secara positif dan maksimal," ucapnya.

Dari sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital di wilayah Indonesia. Saat ini di Tanah Air telah dibangun jaringan fiber optik lebih dari 459 ribu kilometer termasuk oleh BAKTI Kominfo melalui jaringan fiber optik Palapa Ring sepanjang 12.300 kilometer.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menambahkan pemerintah berupaya mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital secara komprehensif di wilayah Indonesia dari sektor hulu hingga ke hilir. Pembangunan ini tetap berjalan meski masa pandemi Covid-19.

“Pembangunan infrastruktur digital dikembangkan melalui penggelaran jaringan fiber optik sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Jaringan fiber optik ke depan rencana penggelaran diproyeksikan sepanjang 12.100 kilometer,” ucapnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement