Kamis 22 Dec 2022 19:14 WIB

Polisi Prioritaskan Pengamanan 12 Gereja di Kota Tangerang

Prioritas lokasi gereja berada di pinggir jalan dan jumlah jemaat di atas 500 orang.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Polres Metro (Polrestro) Tangerang Kota menyatakan, sebanyak 12 gereja mendapat pengamanan prioritas saat perayaan Natal 2022. Hal itu karena lokasi gereja berada di pinggir jalan dan jumlah jemaat di atas 500 orang.

"Dari sejumlah gereja yang ada, 12 gereja mendapat pengamanan prioritas. Ini atas hitungan kerawanan lokasi gereja yang di pinggir jalan atau jumlah jemaat di atas 500 orang," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugrogo saat peninjauan ke Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria di Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (22/12/2022).

Dia menjelaskan, untuk 12 gereja yang mendapatkan pengamanan prioritas tersebut, ditempatkan 31 petugas gabungan. Mereka berasal dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kota Tangerang dengan sistem pengamanan yang lebih ketat dan intens.

Selain itu, Polrestro Tangerang Kota juga melakukan pengecekan, sterilisasi dan pengamanan di seluruh gereja yang ada di Kota Tangerang. "Beberapa hari ini Polri dan petugas gabungan sudah melakukan security assessment dan koordinasi dengan panitia diseluruh gereja di kota Tangerang," kata Zain.

"Terlebih mengecek langsung untuk melihat sejauh mana sistem pengamanannya, alur keluar masuk jamaat, titik parkir, termasuk kelengkapan sarana prasaranaseperti CCTV, metal detector dan perlengkapan lainnya," ujar Zain melanjutkan.

Dia menyatakan, jumlah personel disiapkan dalam pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 mencapai 1.338 personel gabungan. Semua personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan lingkungan, lalu lintas hingga diseluruh gereja di Kota Tangerang.

Dalam sterilisasi gereja, kepolisian juga melakukan koordinasi dengan petugas gereja untuk melakukan aturan kepada para jemaat. Di antaranya, tidak boleh membawa ransel, tidak membawa barang berbahaya serta tidak menggunakan earphone. Dia menegaskan, aturan itu harus dipatuhi bersama.

"Saat pelaksanaan pun akan dilakukan sterilisasi yang cukup ketat oleh polisi dan petugas keamanan gereja. Intinya, Operasi Lilin 2022 ini merupakan operasi kemanusiaan untuk umat Kristiani dan masyarakat yang merayakan Natal. Ayo bekerja sama untuk melakukan pengamanan agar mereka aman dan nyaman selama beribadah," kata Zain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement