Ahad 18 Dec 2022 16:15 WIB

Survei Lemkapi: Kepercayaan Publik Terhadap Polri Meningkat

Pengungkapan kasus Brigadir J disebut membuat kepercayaan publik meningkat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana (kanan) berjalan untuk memberikan keterangan pers di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat. Akibat ledakan itu 11 orang menjadi korban, yakni 10 anggota polri dan seorang warga. Republika/Abdan Syakura
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana (kanan) berjalan untuk memberikan keterangan pers di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat. Akibat ledakan itu 11 orang menjadi korban, yakni 10 anggota polri dan seorang warga. Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Hasil survei Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) menyebutkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri meningkat. Yakni, dari 56,3 persen pada Agustus 2022 menjadi 71,4 persen pada Desember 2022.

"Angka ini terus menguat bila dibanding hasil survei sebelumnya pada bulan Agustus 2022 yang hanya 56,3 persen," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (18/12/2022).

Baca Juga

Edi menjelaskan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi Polri itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 2-14 Desember 2022. Survei ini melibatkan 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas.

Menurut dia, salah satu alasan yang menyebutkan kinerja Polri semakin dipercaya ialah soal ketegasan dan transparansi dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Selain itu, upaya penegakan hukum terhadap mantan kepala Polda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa, yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba, juga menjadi alasan responden meningkatkan kepercayaan terhadap Polri.

"Instruksi Kapolri dalam pengoperasian tilang elektronik dan penghentian tilang manual di seluruh Indonesia juga ikut meningkatkan kepercayaan publik," tambah Edi.

Selanjutnya, sinergisme TNI dan Polri dalam mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali juga mendapat tanggapan positif dari responden survei. "Sinergi Polri dan TNI dalam pengamanan kegiatan internasional G20 di Bali ikut menyumbang kenaikan kepercayaan masyarakat hingga mencapai 71,4 persen," ujar Edi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement