Kamis 15 Dec 2022 17:11 WIB

Siapa Para Pencinta Kebenaran yang Disebutkan dalam Alquran? 

Alquran menyebutkan keberadaan para pecinta kebenaran yaitu orang yang jujur.

Rep: Syalaby Ichsan/ Red: Nashih Nashrullah
Kejujuran (ilustrasi). Alquran menyebutkan keberadaan para pecinta kebenaran yaitu orang yang jujur
Foto: Antara/Regina Safri
Kejujuran (ilustrasi). Alquran menyebutkan keberadaan para pecinta kebenaran yaitu orang yang jujur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Allah SWT menyebutkan dalam surat An-Nisa ayat  69 tentang para pecinta kebenaran. Siapakah Mereka? 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Baca Juga

“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”  

Pencinta kebenaran pada ayat tersebut di maksudkan kepada orang yang gemar bersikap jujur. Mereka mengakui kebenaran atau mempraktikkan apa yang dikatakan. Mereka adalah pengikut terbaik para nabi yang dengan segera mengakui kebenaran kenabian. 

Contohnya Sayyidina Abu Bakar RA yang mendapat gelar ash-Shiddiq. Allah SWT pun memerintahkan kita untuk selalu bersama dengan orang yang benar. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar." (QS at-Taubah ayat 119).

Sebagian ulama berpendapat, mereka adalah para nabi. Mereka juga disebutkan sebagai orang-orang yang selalu menepati janji. 

Pendapat lain mengatakan mereka adalah orang-orang yang gemar membawa kebenaran, kemudian membenarkannya.

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ "Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa." (QS az-Zumar ayat 33).

Mahmud al-Mishri dalam Ensiklopedia Akhlak Muhammad menjelaskan, secara etimologi jujur merupakan lawan kata dari dusta. 

Dalam istilah bahasa Arab, jujur dipadankan dengan ash-shidqu, sementara arti ash-shiddiq adalah 'orang yang selalu bersikap jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan'. 

Sifat jujur ada dalam fitrah manusia. Dia akan bertarung dengan sifat dusta yang kerap berbisik untuk menggoda anak cucu Adam. 

Siapa yang lebih kuat maka dia yang akan menuai manfaat. Mereka akan mendapat balasan kemuliaan di sisi Allah SWT dan manusia.

قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orangorang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungaisungai; mereka kekal di dalamnya selamalamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah ke beruntungan yang paling besar." (QS al-Maidah ayat 119).

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyatakan tentang urgensi jujur dan  bersabda: 

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

"Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kebajikan dan kebajikan itulah jalan ke surga. Apabila seseorang bersikap jujur dan selalu memperhatikan ke jujuran (dirinya), niscaya di sisi Allah SWT ia dianggap sebagai orang jujur. Kebohongan akan menggiring (pelakunya) pada kejahatan dan kejahatan itulah yang akan menjerumuskannya ke neraka. Apabila seseorang berbohong dan memiliki kebiasaan berbohong, di sisi Allah SWT ia akan dicap sebagai pembohong." (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Hidayah adalah Misteri, Dunia Clubbing Pintu Masuk Mualaf Ameena Bersyahadat

Jujur merupakan citra hati seorang manusia. Jiwa yang bersih tidak akan mampu dibohongi dengan dusta. Tidakkah seorang penyair berkata: "Kalaulah ada jujur dan dusta dalam kata. Dan dalam hati, tersimpan rahasianya. Maka tanda jujur ada pada mata. Dan saksi nan bisu pun dapat terlihat pada raut muka." 

Menurut Imam Ibnu Qayyim al-Jauzy, jujur adalah sifat yang membuat seseorang menjadi terhormat. Sifat itu akan memunculkan derajat para pencari kebenaran. Dengan kejujuran, se seorang akan mendapatkan jalan yang paling lurus.    

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement