Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Sejarah Hari Ini: Apollo 17 Kembali ke Bumi

Rabu 14 Dec 2022 08:20 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Pada 14 Desember 1972, misi luar angkasa berawak pada pesawat Apollo 17 di Bulan pulang ke Bumi. Perjalanan kembali ini mengakhiri program eksplorasi Bulan oleh Amerika Serikat (AS).

Pada 14 Desember 1972, misi luar angkasa berawak pada pesawat Apollo 17 di Bulan pulang ke Bumi. Perjalanan kembali ini mengakhiri program eksplorasi Bulan oleh Amerika Serikat (AS).

Foto: EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH
Perjalanan kembali ini mengakhiri program eksplorasi Bulan oleh Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pada 14 Desember 1972, misi luar angkasa berawak pada pesawat Apollo 17 di Bulan pulang ke Bumi. Perjalanan kembali ini mengakhiri program eksplorasi Bulan oleh Amerika Serikat (AS).

Dua astronaut Apollo 17, Eugene Cernan dan Harrison Schmitt menyelesaikan perjalanan Bulan ketiga mereka. Sebelum kembali ke Bumi, keduanya melakukan upacara singkat dengan mengucapkan selamat tinggal ke Bulan dan meluncurkan plakat peringatan kecil di lembah Taurus-Littrow.

Baca Juga

"Di sini manusia menyelesaikan penjelajahan pertamanya di Bulan, Desember 1972," tulis plakat tersebut dikutip laman BBC History, Rabu (14/12/2022).

Eugene Cernan juga membacakan dengan lantang catatan tambahan: "Semoga semangat perdamaian yang kita datangi tercermin dalam kehidupan seluruh umat manusia."

Plakat itu juga memuat tanda tangan para astronaut dan Presiden AS Richard Nixon. "Ini adalah tanda dari selebrasi kami," tambah Komandan Cernan, "yang akan ada di sini sampai seseorang datang kembali untuk membacanya lagi guna lebih jauh memahami arti Apollo."

Schmitt menyebut perjalanan manusia ke Bulan sebagai langkah evolusioner pertama manusia ke alam semesta. "Saya tidak dapat memikirkan kontribusi yang lebih signifikan dari Apollo dalam sejarah," latanya kala itu.

Apollo 17 telah dipuji sebagai misi yang paling sukses dari semuanya. Komandan Cernan dan Schmitt mengumpulkan lebih banyak material daripada sebelumnya. Mereka menghabiskan waktu lebih lama di permukaan Bulan dan melaju lebih jauh dari kapal pendarat daripada misi Apollo sebelumnya.

Mereka juga mendirikan enam stasiun penelitian otomatis yang akan terus beroperasi setelah keberangkatan mereka. Misi tersebut membuat satu penemuan yang berpotensi menjadi terobosan, yaitu tanah oranye, yang ditemukan di kawah Shorty dan diyakini sebagai indikasi pertama adanya aktivitas vulkanik di Bulan.

Selama perjalanan terakhir mereka, para astronaut menjelajahi dasar gunung setinggi 6.000 kaki (1.800 meter) yang dikenal sebagai Massif Utara. Mereka kemudian pergi ke timur laut ke pegunungan yang sangat berbeda yang dikenal sebagai Sculptured Hills.

Sekurangnya 12 orang kini telah berjalan di Bulan sejak Neil Armstrong keluar dari Apollo 11 pada Juli 1969. Saat ini tidak ada rencana bagi astronaut untuk kembali, meskipun NASA masih berharap manusia dapat terbang kembali ke Bulan pada 1980-an, kemungkinan sebagai usaha patungan AS-Soviet.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA