Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Nggak Tutup Kloset Sebelum Tekan Tombol Siram? Video Ini Perlihatkan Risikonya

Sabtu 10 Dec 2022 00:29 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Peneliti dari University of Colorado, AS menggunakan laser untuk memperlihatkan apa yang terjadi ketika orang membilas kloset tanpa menutupnya.

Peneliti dari University of Colorado, AS menggunakan laser untuk memperlihatkan apa yang terjadi ketika orang membilas kloset tanpa menutupnya.

Foto: Dok University of Colorado
Peneliti University of Colorado perlihatkan risiko nge-flush kloset tanpa ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video memperlihatkan pentingnya untuk menutup dudukan kloset sebelum menekan tombol siram. Para ilmuwan mengatakan ada uap tak terlihat yang dapat menyebar dan berpotensi membawa kuman mematikan di udara.

Mereka mengatakan hal ini dapat membahayakan kesehatan bagi siapa pun yang menggunakan toilet setelah orang buang air besar di kloset duduk tersebut. Untuk pertama kalinya, tim peneliti AS menggunakan laser hijau terang dan kamera guna memperlihatkan kuman yang dengan cepat bertebaran pada saat orang membilas kloset tanpa ditutup.

Baca Juga

Penulis utama penelitian tersebut, Profesor John Crimaldi, mengatakan hal itu kerap tidak terasa di udara. Sebab, uap itu tidak terlihat oleh mata.

"Tapi begitu kita melihat video ini, kita pasti tidak akan lagi melakukan flush dengan cara yang salah," katanya.

 

photo
Tombol flush (siram) pada kloset duduk. - (Reiny Dwinanda/Republika)

Dengan membuat gambaran visual yang dramatis dari proses tersebut, penelitiannya dapat memainkan peran penting dalam penyampaian pesan kesehatan bagi masyarakat. Para ahli dari University of Colorado, menemukan partikel kotoran dan urine yang menyembur keluar dari kloset saat seseorang menekan tombol flush tanpa menutupnya dan praktik itu menebarkan bakteri mematikan seperti E coli.

Droplet tak terlihat juga membawa virus yang ditemukan di kotoran, termasuk Covid-19. Ketika didorong oleh kekuatan flush, partikel berbahaya dapat menyebar dalam waktu kurang dari satu detik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA