Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Jelang IBL 2023, Permainan Indonesia Patriots Kian Matang

Jumat 09 Dec 2022 19:35 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pebasket Indonesia Patriots, Julian Chalias (tengah) .

Pebasket Indonesia Patriots, Julian Chalias (tengah) .

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Semangat tidak mau kalah ditunjukkan Patriots dalam dua laga uji coba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permainan secara tim Indonesia Patriots dinilai kian matang menjelang gelaran kompetisi basket tertinggi di tanah air IBL 2023. Hal ini ditunjukkan dalam laga uji coba.

Semangat tidak mau kalah ditunjukkan Patriots dalam dua laga scrimmage game. Rangkaian uji coba menatap IBL Indonesia 2023 dibuka dengan mengalahkan RANS PIK Basketball 91-80 di GBK Arena, Selasa (6/12/2022). Sehari kemudian, anak asuh Milos Pejic menaklukkan Amartha Hangtuah di GOR Soemantri Brodjonegoro dengan skor 75-62.

Baca Juga

Training center (TC) di Amerika Serikat diakui Julian Chalias berpengaruh besar pada pembentukan tim Indonesia Patriots. Pemain dengan tinggi 197 cm itu mengaku, berkat tempaan di Negeri Paman Sam kini secara permainan tim kian matang. 

"Sejauh ini saya rasa tim mulai matang seusai latihan di Amerika Serikat lalu. Tim sudah mulai kompak baik dari segi fisik dan energi tidak mau kalah dan ingin meraih kemenangan di setiap laganya," ujar Julian dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).

Julian yang merupakan amunisi Patriots musim lalu itu berharap progres ini menjadi modal penting menghadapi rivalitas di IBL Indonesia 2023. Ia ingin mencatatkan perjalanan lebih baik dari musim lalu.

"Sejauh ini jujur saya ingin bermain lebih baik ketimbang tahun lalu. Saya ingin memperbaiki torehan prestasi Indonesia Patriots di tahun lalu yang tidak masuk ke dalam delapan besar. Kami ingin menyulitkan setiap tim IBL di musim mendatang," cetus pemain kelahiran 12 Agustus 2002 tersebut.

Namun demikian, Julian mengaku masih ada kekurangan dalam tim ini. Terutama dalam manajemen emosi. Pasukan muda Indonesia Patriots masih rentan terpancing emosi. Diakuinya, hal ini bisa merugikan tim jika emosi tidak bisa dikontrol dalam kompetisi nanti.

Pelatih Indonesia Patriots Milos Pejic sengaja memilih lawan tim-tim IBL karena ingin mengukur level tim menghadapi IBL nanti. Usai melawan Amartha Hangtuah, ia mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya yang memberikan 100 persen energi di setiap pertandingan.

"Persiapan tim sejauh ini berjalan baik dan tidak ada kendala berarti mulai dari kondisi pemain hingga mental. Sejauh ini para pemain sangat siap menjalani IBL 2023, mereka terlihat lebih siap mulai dari segi mental hingga kontak fisik dengan lawan. Ke depannya mungkin butuh waktu untuk mengontrol permainan mereka lagi dan menyatukan chemistry antarpemain," jelas Milos.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA