Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Terhenti di Fase Grup BWF Finals, Gregoria Merasa Alami Peningkatan

Jumat 09 Dec 2022 19:06 WIB

Red: Muhammad Akbar

 Reaksi Gregoria Mariska Tunjung setelah mengalahkan Chen Yu Fei dari China dalam pertandingan tunggal putri mereka di turnamen bulu tangkis HSBC BWF World Tour Finals 2022 di Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022).

Reaksi Gregoria Mariska Tunjung setelah mengalahkan Chen Yu Fei dari China dalam pertandingan tunggal putri mereka di turnamen bulu tangkis HSBC BWF World Tour Finals 2022 di Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022).

Foto: EPA-EFE/DIEGO AZUBEL
Gregoria kalah 15-21, 21-13, 18-21 dari Yamaguchi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung merasa mengalami peningkatan performa meski harus tersingkir di fase grup BWF World Tour Finals 2022 di Bangkok, Thailand, Jumat.

Setelah membuat kejutan dengan menumbangkan peraih emas Olimpiade asal China, Chen Yu Fei, Gregoria belum mampu mengatasi wakil Korea Selatan An Se Youn dan tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi pada dua laga berikutnya.

Gregoria kalah 15-21, 21-13, 18-21 dari Yamaguchi setelah berjuang selama satu jam bahkan sampai harus menahan kram paha yang dialaminya pada gim ketiga.

“Saya senang karena saya bisa menunjukkan perjuangan yang maksimal dari partai pertama sampai partai ketiga tadi, memberi perlawanan ke pemain-pemain yang (peringkatnya) di atas saya saat ini.”

“Meski hasilnya belum bisa lolos tapi dengan begini perjuangan saya rasanya tidak sia-sia,” ungkap Gregoria melalui pernyataan tertulis PBSI diterima di Jakarta, Jumat (9/12).

“Saya mau menepati janji saya untuk berjuang sampai akhir. Tadi juga saya tidak mau menyerah begitu saja padahal sudah sakit sekali paha kanan sampai pinggang saya. Saya mau menyelesaikan pertandingan hingga selesai,” ujar dia.

Tunggal putri peringkat ke-18 dunia itu juga tak menyangka bisa melangkah sejauh ini dan mendapat kesempatan tampil di BWF World Tour Finals meski berstatus sebagai pengganti pemain yang mundur.

Sejak menjadi juara dunia junior 2017, Gregoria hanya mampu meraih satu gelar di Finnish Open 2018, yang menjadi gelar terakhirnya hingga saat ini. Dia juga mengawali kompetisi tahun ini dengan kesulitan dan selalu terhenti pada babak-babak awal.

Namun Gregoria perlahan bangkit dan mampu melaju ke dua semifinal tahun ini hingga menjadi runner-up Australian Open 2022 Super 300 pada bulan lalu.

“Tahun ini saya tidak menyangka perjalanan saya yang di awal tahun hasilnya jeblok dan belum ada peningkatan hingga akhirnya bisa sampai di sini. Saya mencoba keluar dari tekanan itu, saya tidak berhenti dan Puji Tuhan bisa sejauh ini,”

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya benahi tahun depan, memperbaiki kekurangan-kekurangan seperti ketahanan otot, stamina dan fokus. Selain itu, saya juga mau menjaga apa yang saya sudah dapat sekarang,” pungkas dia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA