Jumat 09 Dec 2022 18:11 WIB

Lokasi Banjir di Jaktim Berkurang 13 Titik

Pemkot Jakarta Timur mengeklaim lokasi banjir di daerahnya berkurang 13 titik.

Petugas Satpol PP membersihkan sampah saat terjadi banjir di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pemkot Jakarta Timur mengeklaim lokasi banjir di daerahnya berkurang 13 titik.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas Satpol PP membersihkan sampah saat terjadi banjir di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pemkot Jakarta Timur mengeklaim lokasi banjir di daerahnya berkurang 13 titik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur menyebutkan, lokasi banjir yang tersebar di 10 kecamatan wilayah tersebut berkurang sebanyak 13 titik pada tahun 2022.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur Wawan Kurniawan mengatakan, berdasarkan data titik rawan banjir pada tahun ini sebelumnya tercatat sebanyak 24 titik.

Baca Juga

"Kalau catatan kita tahun ini berkurang banyak, dari 24 titik genangan yang tercatat tahun ini ada 11 titik," kata Wawan Kurniawan di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Wawan menambahkan, 11 titik rawan banjir tersebut rata-rata memiliki ketinggian genangan air di atas 30 sentimeter (cm) dan surut dalam waktu lama setelah hujan.

Beberapa titik rawan banjir di Jakarta Timur di antaranya berada permukiman warga Kelurahan Cililitan, Cawang, Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, yang berdekatan dengan aliran Kali Ciliwung.

Kemudian permukiman warga Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara yang juga berada di bantaran aliran Kali Ciliwung sehingga kerap terdampak banjir imbas debit air kiriman.

Selanjutnya titik rawan banjir juga berada di permukiman warga Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar yang berdekatan dengan aliran Kali Cipinang, dan permukiman Kelurahan Cipinang Melayu dekat Kali Sunter.

Wawan mengatakan, berkurangnya titik rawan banjir tersebut karena sejumlah upaya penanganan banjir yang dilakukan oleh Sudin SDA Jakarta Timur berhasil. Di antaranya pembuatan waduk baru dan sumur resapan.

"Termasuk juga pelebaran kali, saluran atau olakan. Dan penambahan kapasitas pompa, serta memperlancar sistem alirannya. Tergantung lokasinya titik genangan awal," ujar Wawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement