Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Muhammadiyah Natuna Kutuk Bom Bunuh Diri Astanaanyar Bandung

Jumat 09 Dec 2022 17:24 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga berjalan di depan deretan karangan bunga pascaledakan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Jumat (9/12/2022). Karangan bunga tersebut sebagai bentuk penghargaan dan dukungan untuk Polri dalam memberantas terorisme, serta ucapan duka cita atas wafatnya Aiptu Anumerta Sofyan dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri tersebut. Muhammadiyah Natuna Kutuk Bom Bunuh Diri Astanaanyar Bandung

Warga berjalan di depan deretan karangan bunga pascaledakan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Jumat (9/12/2022). Karangan bunga tersebut sebagai bentuk penghargaan dan dukungan untuk Polri dalam memberantas terorisme, serta ucapan duka cita atas wafatnya Aiptu Anumerta Sofyan dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri tersebut. Muhammadiyah Natuna Kutuk Bom Bunuh Diri Astanaanyar Bandung

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Islam tidak membenarkan tindakan bunuh diri, apa lagi untuk mencelakai orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA -- Muhammadiyah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) mengutuk tindakan radikalisme mengatasnamakan agama dengan mengorbankan diri seperti yang terjadi di Polsek Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat.

"Turut perihatin atas kejadian tersebut dan kita mengutuk tindakan itu, kita juga turut berduka kepada keluarga korban akibat kejadian itu," kata Sekretaris Muhammadiyah Kabupaten Natuna Hermansyah, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan Islam tidak membenarkan tindakan bunuh diri, apa lagi untuk mencelakai orang lain. Itu justru merupakan tidakan yang bertolak belakang dengan ajaran agama.

"Jangankan anjuran untuk bunuh diri atau mencelakai orang lain, Muhammadiyah bahkan diajarkan mencela pemimpin saja tidak boleh, seperti demo-demo begitu kita tidak seperti itu," katanya.

Selama ini, menurutnya, upaya mencegah adanya paham radikalisme di Natuna telah dilakukan oleh para ulama, tokoh masyarakat, pemerintah setempat dan aparat keamanan. "Natuna sering membangun komunikasi lintas agama dan sosialisasi anti radikalisme, kita sering adakan kegiatan bersama NU bahkan lintas agama, kita sering kumpul untuk itu," katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Natuna untuk berpikir jernih dan menjaga suasana damai, rukun, saling peduli sesama manusia serta selalu berbuat kebaikan. "Suasana penuh rukun di Natuna selama ini hendaknya kita terus jaga dan pertahankan, Natuna selama ini sudah sangat toleran, tidak ada paham radikal seperti itu," katanya.

Ia juga memastikan Muhammadiyah di Natuna akan turut menjaga kerukunan antarumatberagama dan menjaga warga agar terhindar dari paham radikalisme. "Muhammadiyah di Natuna tersebar hampir di setiap kecamatan, basis kita yang paling banyak terutama Kecamatan Bunguran Tengah dan Midai," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan hasil pengamatan Muhammadiyah selama ini di wilayah Natuna tidak ditemukan adanya potensi atau kelompok yang menganut paham radikal. "Sejauh ini kita belum melihat dan menemukan adanya kelompok kelompok faham radikal di Natuna," kata Hermansyah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA