Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Wapres Ma'ruf Minta MUI Jaga Akidah Umat dari Paham Radikal

Jumat 09 Dec 2022 15:00 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Republika/Thoudy Badai
Wapres Maruf Aminm meminta MUI fokus pada menjaga dan melayani umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjalankan akidah umat dari pemikiran maupun paham menyimpang. Dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Kerja Nasional Kedua Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf menekankan pengurus dan anggota MUI berkhidmat dalam menjaga dan melayani umat.

"Yang dijaga akidahnya daripada akidah-akidah yang menyimpang, itu dijaga oleh kita, jangan umat Islam ini akidahnya menyimpang, dari cara berpikir yang juga menyeleweng," ujar Ma'ruf di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga

Ma'ruf menjelaskan, cara berpikir yang tepat yakni tidak berlebihan atau radikal tetapi juga tidak juga liberal. Karena itu, dia menilai cara berpikir moderat atau Islam Wasaty merupakan yang paling tepat.

"Jangan radikal tetapi juga tidak abai, tidak punya perhatian sama sekali, kita jaga supaya tetap wasatiyah, itu kita jaga," ujar Ma'ruf,

Karena itu, dalam rumusan Mukernas kali ini, Ma'ruf meminta MUI fokus pada menjaga dan melayani umat. Dia juga meminta MUI tak perlu berfokus untuk mengislamkan semua orang.

"Tidak perlu, memang tidak mungkin semua itu menjadi muslim. Allah snediri juga mengatakan begitu, kebanyakan manusia itu walaupun tidak akan beriman walaupun kamu mau" kata Allah kepada Nabi Muhammad, jangan ingin semua masuk, tidak semua," ujarnya.

"Kita berdakwah, bukan tugas kamu untuk memberi petunjuk, bukan porsi kamu pertunjuk orang, tapi Allah yg akan memberikan hidayah. Karena itu kita menyebarkan saja nilai, makannya yang kita pentingkan sekarang menyebarkan nilai-nilai keislaman," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA