Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Wapres Minta MUI Perkuat Umat di Berbagai Sektor

Jumat 09 Dec 2022 14:49 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Republika/Thoudy Badai
Semua unsur MUI harus turut andil dalam membangun negeri demi kepentingan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk penguatan umat di berbagai sektor kehidupan. Mulai dari penguatan ibadah, ekonomi, dan pendidikan masyarakat agar menjadi umat yang kuat.

"MUI melalui Kongres Ekonomi Umatnya yaitu (bertujuan) membuat arus baru ekonomi Indonesia yang dibangun dari bawah yang menghidupkan ekonomi umat. Alhamdulillah isu Usaha Kecil dan Menengah serta ekonomi syariah telah menjadi isu nasional,” ujar Ma’ruf ketika membuka Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) II MUI tahun 2022 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis sore (08/12/2022).

Baca Juga

Dalam acara bertajuk “Mengoptimalkan Khidmat dalam Rangka Meningkatkan Kemaslahatan Umat” ini,  Ma'ruf juga meminta MUI untuk menjaga umat dari akidah yang tidak sesuai dengan nilai Islam.

Apalagi dengan peran MUI sebagai lembaga yang mewadahi ulama dan cendekiawan muslim dari seluruh penjuru tanah air. Dalam menjalankan visinya MUI menerapkan Manhajul Khidmah (Metode Pengabdian) sebagai upaya memperbaiki kondisi umat Islam.

 

“Memang umat harus dijaga, diurus, dipelihara akidahnya daripada akidah menyimpang. Dari cara perpikir yang menyeleweng, yaitu berlebihan yang radikal dan juga dari cara berpikir abai atau tidak punya rasa tanggung jawab,” kata.

Adapun menjaga akidah umat, menurutnya, adalah untuk mewujudkan Islam yang toleran di tengah keberagaman agama di Indonesia.

“Kita jaga agar tetap menjadi Islam Wassatiyah,” imbaunya.

Selain itu, Wapres meminta MUI harus turut andil menjaga umat dari jaminan konsumsi halal dan amalan yang sesuai dengan syariat Islam.

“Kita jaga juga agar umat jangan mengkonsumsi yang tidak halal. Untuk itu adanya sertifikasi halal dalam rangka menjaga umat mengkomsumsi yang tidak halal. Juga menjaga umat melakukan amalan yang sesuai syariah. Karena amalan yang tidak sesuai syariah itu dianggap tidak ada,” katanya.

Menutup sambutannya, Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengingatkan kembali agar semua unsur MUI harus turut andil dalam membangun negeri demi kepentingan masyarakat.

“Kita harus bersama-sama menjaga negara dan bangsa ini demi kemaslahatan umat,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI Basri Bermanda menyampaikan pertemuan ini merupakan forum organisasi tertinggi setelah  Musyawarah Nasional (Munas) dan penting bagi MUI dalam melahirkan pemikiran untuk kebaikan bangsa.

“Mukernas ini sangat strategis karena forum bertukar pikiran antara MUI pusat, MUI Provinsi dan pimpinan ormas tingkat pusat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesepahaman, komitmen, dan kerja sama dalam berkhidmat mewujudkan kemaslahatan umat, kesejahteraan bangsa dan kedaulatan negara,” ujarnya.

Baca juga : Naskah Khutbah Jumat: Sebelum Ajal Tiba

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA