Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Abbas Berterima Kasih ke China karena Dukung Perjuangan Palestina

Jumat 09 Dec 2022 13:30 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela perhelatan China-Arab States Summit yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (8/12/2022).

Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela perhelatan China-Arab States Summit yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (8/12/2022).

Foto: AP/Jacquelyn Martin/POOL AP
Xi Jinping berharap hubungan bilateral China-Palestina dapat semakin kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela perhelatan China-Arab States Summit yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (8/12/2022). Pada kesempatan itu, Abbas menyampaikan terima kasih kepada Xi atas dukungannya untuk perjuangan Palestina.

“Presiden Abbas berterima kasih kepada Presiden China atas visinya menyelesaikan isu Palestina, dukungan berkelanjutan China untuk perjuangan Palestina, dan bantuan pembangunan yang diberikan kepada rakyat Palestina,” tulis kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya.

Baca Juga

Sementara itu, Xi Jinping mengatakan, dia berharap hubungan bilateral China-Palestina dapat semakin kuat. Xi pun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dukungan politik dan ekonomi bagi Palestina. Dia kemudian menyampaikan bahwa Beijing akan sangat menghargai dukungan politik timbal balik di forum internasional.

Palestina dan China sudah menjalin hubungan sejak 1963. Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Palestina di bawah prinsip solusi dua negara. Beijing menilai, hanya dengan cara demikian konflik Israel-Palestina bisa berakhir.

 

Pada Juni lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sempat mengatakan, konflik Israel-Palestina terus bertahan karena ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dibiarkan terlalu lama. 

“Alasan yang mendasari konflik berulang antara Israel-Palestina serta ketegangan yang sedang berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki adalah bahwa ketidakadilan terhadap rakyat Palestina dibiarkan terlalu lama dan aspirasi sah rakyat Palestina untuk mendirikan sebuah negara merdeka telah lama ditolak,” ujar Zhao Lijian dalam pengarahan pers 8 Juni lalu.

Selain dukungan politik, China diketahui turut menyalurkan bantuan dana secara teratur ke Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Pada September lalu, misalnya, China menyumbangkan 1 juta dolar AS pada UNRWA. Saat ini UNRWA tengah menghadapi krisis pendanaan. 

Krisis itu mengancam kehidupan jutaan pengungsi Palestina yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah, antara lain Suriah, Lebanon, dan Yordania. Kehidupan mereka sangat bergantung pada bantuan dan layanan yang difasilitasi UNRWA.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA