Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Dua Kabupaten di Kepri Bertahan Nihil Kasus Aktif Covid-19

Jumat 09 Dec 2022 12:46 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Ilustrasi menurunnya jumlah kasus Covid-19 pada tahun 2022.

Ilustrasi menurunnya jumlah kasus Covid-19 pada tahun 2022.

Foto: www.freepik.com
Mobilitas penduduk dari luar Kepri ke wilayah itu semakin tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat dua kabupaten, yakni Kepulauan Anambas dan Lingga nihil kasus aktif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Jumat (9/12/2022) mengatakan, Anambas sejak Maret 2022 sampai sekarang ditetapkan sebagai Zona Hijau.

Baca Juga

Sedangkan Lingga masih Zona Kuning atau risiko penularan rendah, sama seperti lima kabupaten dan kota lainnya. Kasus aktif Covid-19 di Lingga dalam dua bulan terakhir beberapa muncul, meski tidak signifikan.

"Kasus aktif di Lingga sesekali muncul satu kasus, kemudian pasien itu sembuh. Setelah beberapa hari nihil kasus aktif, muncul kembali satu kasus lainnya," katanya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu mengemukakan jumlah kasus aktif di wilayah itu sebanyak 92 orang, turun drastis dibanding November 2022 sampai pekan kedua Desember 2022. Kasus aktif di Kepri tersebar di Kabupaten Bintan 27 orang, Kabupaten Karimun 10 orang, Kabupaten Natuna lima orang, Tanjungpinang 26 orang dan Kota Batam 24 orang.

Pada November 2022, kasus aktif di Batam tertinggi di Kepri. Penyebabnya, Omicron XBB, subvarian Covid-19 masuk ke kota itu. Omicron XBB lebih cepat menular dibanding Covid-19 jenis lainnya.

Namun Omicron XBB tidak membahayakan bagi masyarakat yang memiliki ketahanan tubuh yang baik dan sudah divaksinasi.

"Awalnya, jumlah kasus aktif terbanyak di Batam, namun dalam dua pekan terakhir banyak pasien yang sembuh," ujarnya.

Tjetjep mengatakan mobilitas penduduk dari luar Kepri ke wilayah itu semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Mobilitas penduduk yang tinggi potensial menyebabkan penularan Covid-19 meningkat terutama terhadap orang-orang yang tidak menerapkan prokes.

Ia mengimbau warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama saat berinteraksi dan berada di tempat keramaian agar tidak tertular Covid-19. 

"Bulan ini, terutama saat libur nasional, mobilitas penduduk tentu tinggi. Kami imbau agar masyarakat taati prokes saat melakukan perjalanan ke luar daerah," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA